BNPB Tangani Cepat Rangkaian Bencana dalam Dua Hari

Jakarta (ANTARA) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengambil langkah-langkah tanggap darurat setelah beberapa wilayah di Indonesia mengalami tanah longsor, cuaca ekstrem, banjir, abrasi pantai, dan kebakaran hutan dalam rentang dua hari, dari 31 Januari hingga 1 Februari.

"Bersama pemerintah daerah dan instansi terkait, BNPB telah melakukan penanganan darurat dan pendataan sembari menyalurkan bantuan kebutuhan pokok bagi warga terdampak," ujar Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi BNPB.

Dalam keterangan yang diterima di Jakarta pada Minggu, dia menyebut BNPB telah merespons pergerakan tanah di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang dipicu hujan deras berkepanjangan. Kejadian ini menimbulkan kerusakan ringan pada 11 rumah dan berdampak pada 57 orang di Desa Karang Tengah.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, lanjutnya, terus memantau kondisi tanah yang belum stabil dan telah mengimbau warga untuk mengungsi jika hujan kembali turun.

Muhari kemudian menyoroti Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, di mana cuaca ekstrem melanda tujuh desa di tiga kecamatan. Fenomena ini menyebabkan kerusakan ringan pada puluhan rumah dan fasilitas umum serta mengganggu akses jalan akibat pohon tumbang.

Beralih ke wilayah Indonesia Timur, pejabat itu melaporkan bahwa banjir telah merendam puluhan rumah, tempat ibadah, dan pemakaman di Desa Soagimalaha, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara.

Di kabupaten yang sama, abrasi panti di Desa Puau merusak tanggul laut, rumah, dan perahu nelayan.

Sementara itu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, sempat menghadapi kebakaran hutan dan lahan yang meluas sekitar satu hektar. Api berhasil dipadamkan dengan cepat dan tidak ada korban jiwa.

"Dengan memperhatikan berbagai ancaman ini, kami mendorong warga dan pihak berwenang setempat untuk terus memperkuat kesiapsiagaan terhadap risiko bencana hidrometeorologi, baik basah maupun kering," tegas Muhari.

MEMBACA  Para Ilmuwan Mencari Endurance Milik Shackleton. Yang Mereka Temukan Justru Kota Ikan Tersembunyi dalam Formasi Sempurna

Dia mengingatkan masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dan pesisir pantai akan pentingnya kesadaran ruang dan lingkungan, mengenali jalur evakuasi, serta memantau informasi cuaca terbaru dari sumber resmi.

Berita terkait: Pemerintah dorong daerah aktifkan pos siaga waspadai hujan lebat

Berita terkait: Jakarta imbau WFH dan kerja fleksibel karena banjir

Berita terkait: Maluku Utara diingatkan antisipasi dinamika cuaca ekstrim

Penerjemah: Anita P, Tegar Nurfitra
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar