Kabupaten Bandung Barat (ANTARA) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan bahwa 48 rumah terdampak longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, akan direlokasi dan dibangun ulang.
Kepala BNPB Suharyanto menyebutkan angka tersebut masih sementara dan mungkin bertambah seiring berlangsungnya assessment di lokasi bencana.
“Data awal menunjukkan ada 48 rumah yang terdampak langsung dan harus dibangun kembali. Apakah relokasi akan dilakukan secara terpusat atau mandiri, akan disesuaikan. Jumlah ini bisa bertambah tergantung kondisi di lapangan,” ujarnya pada Rabu.
Ia menambahkan, dalam satu hingga dua hari ke depan, warga terdampak akan direlokasi ke hunian sementara atau menerima dana tunggu hunian sebesar Rp600.000 per keluarga per bulan.
“Dana tunggu hunian akan diberikan dari Januari hingga Maret. Jika hunian permanen belum selesai pada Maret, bantuan akan diperpanjang,” kata Suharyanto.
Menurut dia, hunian sementara diprioritaskan bagi warga yang rumahnya rusak berat atau hancur total akibat longsor.
Dijelaskannya, pendataan calon penerima manfaat hunian sementara dilakukan bertahap, mulai dari unit lingkungan (RT), desa, dan pemerintah kabupaten, sebelum diverifikasi oleh BNPB.
“Dalam menetapkan apakah suatu area masih layak huni, pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan BNPB untuk melakukan penilaian geologi,” ujarnya.
Hunian sementara, tambahnya, bisa dibangun di lokasi terpusat atau secara mandiri, tergantung ketersediaan lahan.
“Jika terpusat, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat yang akan menyiapkan lahan. Hunian ini bersifat sementara dan bisa dibangun di tanah negara atau tanah masyarakat yang dipinjamkan yang cukup luas serta layak untuk dibangun,” jelas Suharyanto.
Longsor terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, dini hari Sabtu (24 Januari) setelah hujan deras berkepanjangan memicu pergerakan tanah dan lumpur yang mengubur permukiman.
Hingga Rabu pagi, 32 orang masih belum ditemukan. Sebelumnya, tim SAR telah menyerahkan 48 body bag kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat.
Berita terkait: Pemerintah Rencanakan Pergantian Tanaman di Zona Longsor Jabar
Berita terkait: Alat Berat Ditambah untuk Pencarian Korban Longsor Jabar
Penerjemah: Rubby Jovan, Resinta Sulistiyandari
Editor: Primayanti
Hak Cipta © ANTARA 2026