Sabtu, 7 Maret 2026 – 17:32 WIB
Jakarta, VIVA – Pantauan satelit dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukan setidaknya ada 23 titik panas yang muncul di beberapa wilayah Sumatera Utara.
Ke-23 titik panas itu masing-masing terpantau berada di Kabupaten Dairi (satu titik), Karo (lima titik), Labuhanbatu (sembilan titik), Labuhanbatu Utara (tiga titik), Nias (satu titik), Nias Selatan (dua titik), Samosir (satu titik), dan Simalungun (satu titik).
“Titik panas tersebut terpantau berdasarkan sensor satelit, yaitu Satelit Tera, Aqua, SNPP, dan NOAA20,” jelas Prakirawan BMKG Wilayah I, Putri Afriza, di Medan, Sabtu (7/3/2026).
Masyarakat dihimbau untuk tidak membakar saat membersihkan lahan guna mencegah kebakaran hutan.
Sementara itu, Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan, Rizki Fadhillah Pratama Putra, menyebutkan beberapa perairan di Sumatera Utara berpotensi mengalami gelombang tinggi yang dapat terjadi dari tanggal 8 hingga 11 Maret 2026.
Gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter bisa terjadi di Perairan Timur Kepulauan Nias, Perairan Kepulauan Batu, Samudera Hindia barat Kepulauan Nias, Perairan Barat Kepulauan Nias, dan Perairan Barat Kepulauan Batu.
Pola angin di wilayah Pesisir Timur Sumatera Utara umumnya bergerak dari Barat hingga Barat Laut dengan kecepatan 4-12 knot. Sedangkan di Pesisir Barat Sumatera Utara, angin umumnya bergerak dari Barat Laut hingga Timur Laut dengan kecepatan 6-15 knot.
Para nelayan yang menggunakan perahu diminta waspada jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter. Untuk kapal tongkang, perlu berhati-hati jika kecepatan angin mencapai 16 knot dan gelombang mencapai 1,5 meter. (Ant)