BMKG Perkirakan Musim Kemarau Dimulai April, Berpuncak pada Agustus

Kamis, 5 Maret 2026 – 15:32 WIB

Jakarta, VIVA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki musim kemarau lebih awal pada tahun ini.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyebut kondisi ini disebabkan oleh berakhirnya fenomena La Niña Lemah di bulan Februari 2026. Selanjutnya, kondisi bergeser ke fase Netral dan berpeluang menuju El Niño pada pertengahan tahun.

Teuku menjelaskan, pemantauan anomali iklim global di Samudera Pasifik menunjukkan nilai indeks ENSO saat ini ada di angka -0,28 (Netral) dan diperkirakan akan bertahan sampai Juni 2026.

Namun, mulai pertengahan tahun, peluang munculnya El Niño dengan kategori Lemah sampai Moderat sebesar 50-60 persen di semester kedua perlu jadi perhatian.

Teuku menambahkan, “Sementara itu, kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) diprediksi akan tetap stabil dalam fase Netral sepanjang tahun,” ucapnya di Jakarta, dikutip pada Kamis 5 Maret 2026.

BMKG mencatat ada 114 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 16,3 persen wilayah Indonesia yang mulai memasuki musim kemarau pada April 2026.

Wilayah-wilayah tersebut mencakup pesisir utara Jawa bagian barat, sebagian besar Jawa Tengah sampai Jawa Timur, NTB, NTT, dan sebagian kecil Kalimantan serta Sulawesi.

“Daerah yang diprediksi mengalami awal kemarau lebih cepat meliputi sebagian besar Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan bagian selatan dan timur, sebagian besar Sulawesi, Maluku, hingga sebagian wilayah Papua,” jelas Teuku.

Menurut analisis BMKG, sebagian puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Agustus 2026. Daerah lain akan mengalami puncaknya pada bulan Juli dan September.

Daerah yang memasuki puncak kemarau di Juli terjadi di sebagian Sumatera, Kalimantan bagian tengah dan utara, serta sebagian daerah Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, sampai wilayah barat Papua.

MEMBACA  Di Indonesia, Nama M6 Diperbincangkan oleh BMW dan BYD, Tetapi di China Menjadi MPV Merek Lokal

Sedangkan di Agustus, puncak kemarau akan mendominasi daerah Sumatera bagian tengah dan selatan, Jawa Tengah hingga Jawa Timur, sebagian besar Kalimantan dan Sulawesi, seluruh Bali dan Nusa Tenggara, serta sebagian Maluku dan Papua.

Pada September, puncak musim kemarau masih akan dialami di sebagian Lampung, sebagian kecil Jawa, dan sebagian besar NTT.

Halaman Selanjutnya

Kemudian daerah Sulawesi bagian utara dan timur, sebagian besar Maluku Utara, sebagian Maluku, dan sebagian kecil Pulau Papua.

Tinggalkan komentar