loading…
Kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax RON 92 menjadi Rp 16.250 per liter menuai keluhan dari kalangan pengemudi ojek online. Foto/SINDO Photo, Aldhi Chandra Setiawan.
JAKARTA – Kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax RON 92 menjadi Rp 16.250 per liter menuai keluhan dari kalangan pengemudi ojek online. Mereka nilah lonjakan harga kali ini terlalu tinggi dan berpotensi menambah beban biaya operasional harian.
Salah satunya disampaikan Eko, pengemudi ojek online asal Petamburan yang ditemui di SPBU 34.111.03 KS Tubun, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (10/6/2026). Menurut Eko, kenaikan harga Pertamax kali ini terasa jauh lebih berat dibandingkan penyesuaian harga sebelumnya.
Jika biasanya kenaikan harga hanya berkisar seribu rupiah, kini kenaikannya dinilai sangat tinggi yaitu Rp3.000 lebih. Seperti diketahui per hari ini harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250/liter atau lebih mahal Rp3.950. Sedangkan Pertamax Green 95 (RON 95) meningkat Rp4.100 menjadi Rp17.000/liter dari sebelumnya Rp12.900/liter.
Baca Juga: Harga BBM Makin Mahal, Beban Bisnis Logistik Bakal Tambah Berat
“Waduh kayaknya tinggi banget naiknya ya. Biasanya kan paling cuma seribu kenaikannya, ini sekarang tiga ribu lebih. Nggak cukuplah buat narik,” kata Eko.