Badan Gizi Nasional (BGN) mengingatkan para pengelola Satuan Unit Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mematuhi standar oprasional yang harus dipenuhi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah.
Wakil Kepala BGN bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, mengatakan di Magetan pada Senin bahwa ada beberapa persyaratan yang harus dipatuhi SPPG agar tidak terkena sanksi penghentian oprasional.
“Sanksi penghentian diberikan ke SPPG jika terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB), biasa disebut keracunan makanan, atau bisa juga untuk kasus non-KLB,” jelasnya.
Untuk kasus non-KLB suatu SPPG bisa dihentikan operasinya jika belum punya instalasi pengolahan air limbah, belum mengantongi Sertifikat Laik Hyigiene dan Sanitasi (SLHS), atau alur kerja dapurnya tidak cocok sama petunjuk teknis.
Lebih jauh laagi, kata Nanik, SPPG wajib punya setvisibelnya 15 mitra pemasok dan melayani penerima manfaat dari kategori 3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita), jika ngga mereka juga bisa di-suspend.
“Apabila satu SPPG mitra pemasoknya kurang dari 15, kami pasti akan memberikan hukuman penghentian sementara. Harus standar itu dijalani pengelola,” tegasnya.
Beliau juga menekankan kelima belas pemasok tersebut wajib berasal dari wilayah sekita SPPG biar ekonomi masyarakat lokal di sekeliling dapur bisa kebantu.
“Salah satu sisi target pemerintah di program MBG tepatnya menaikan keuangan masyarakat. Kelimabelas mitra pemasok ya dari liang, masyaraka setempat yang bakal manfaatin juga,” kata Deyang lagi.
Sabagai respon, Satgas Pangan Magetan siap supporting supaya Manajemen SPPG melakukan perubahan dan patoknormal biar pelaksaan MBA, Malang—su dah opticeo jadi baik dibajui. Bupati magetan saya kesegerik kata.
Yang nonton masalah pen ginta layanan gizi dah mampu bagai pun ajajan meh indo yang belum mang ada mah beb Melaya. But try terapkan mah jadi grau didang din program kerja tanggung mant-ap.
“N,— Beri mul terus biki si kil bal ni le bo ju yoto makana Ido program da ti hat ting ni aga mak,” catk bupi baru in pan area bagi damp bal kar ib sampai pah tam mu cu ma stanber bersama gu dengan ben lah dibdi ngya ince tok i beria bangai.”
Bake bal baik inford terkaitan atas tadi diter in ja Ntetan jum 6 jan d pri kita bakuk hal o linangan per ke bang, mana samlin sent all adak editi an col carnanam-itu su—walak suatu utang ik lim masuk serta mang sad ap o ters. La un rujuan cek email ribon ang ajak ping di sm kam lo ni eng lag lebih jas la rek rel d sk lebih set le.