Senin, 9 Februari 2026 – 05:12 WIB
Jakarta, VIVA – PT Berdikari resmi membangun Kandang dan Hatchery Grand Parent Stock (GPS) Broiler yang berlokasi di Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Peresmian ini dilaksanakan pada Jumat, 6 Februari 2026.
Peresmian tersebut merupakan bagian dari program hilirisasi ayam terintegrasi dari Danantara. Program ini adalah langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dan rantai nilai industri peternakan.
Direktur Utama PT Berdikari, Maryadi, mengatakan pembangunan fasilitas GPS ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam mendukung pemenuhan kebutuhan protein hewani di Indonesia.
Groundbreaking Proyek Hilirisasi
Maryadi menjelaskan, kebutuhan daging ayam nasional saat ini mencapai sekitar 5 juta ton per tahun. Namun, produksi masih sekitar 4 juta ton dan sebagian besar terpusat di Pulau Jawa.
"Kondisi ini mendorong Berdikari, sebagai BUMN peternakan di bawah ID FOOD, untuk aktif dalam pemerataan produksi dan penguatan ekosistem peternakan nasional," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (9/2/2026).
Fasilitas yang dibangun di lahan seluas 5,6 hektare ini berkapasitas 18.000 ekor GPS. Fasilitas ini diproyeksikan dapat menghasilkan sekitar 900 ribu ekor Parent Stock (PS) dan 130 juta Final Stock (FS).
Bibit PS akan didistribusikan ke berbagai wilayah di luar Jawa untuk mendukung produksi ayam pedaging yang berkelanjutan dan efisien.
Proyek ini juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui penyerapan tenaga kerja dan peningkatan aktivitas ekonomi daerah.
"Pembangunan ini mendukung program strategis pemerintah, seperti program makan bergizi gratis, dengan potensi produksi daging ayam mencapai sekitar 169 juta kilogram," kata Maryadi.
Acara peresmian dihadiri oleh jajaran Komisaris dan Direksi PT Berdikari. Kehadiran mereka menegaskan komitmen manajemen dalam mendukung hilirisasi ayam terintegrasi sebagai kontribusi nyata bagi ketahanan pangan.
Secara daring, acara ini juga dihadiri oleh CEO Danantara Rosan Roeslani dan CIO Danantara Dony Oskaria.