Beralih ke Mobil Listrik, Biaya Operasional Driver Ojol Turun Hingga 65%

loading…

Peralihan dari mobil biasa ke mobil listrik memberikan penghematan biaya operasional. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA – Seorang sopir taksi online yang pakai mobil listrik murni (Battery Electric Vehicle/BEV), Kholid Syaifulloh (51), bilang beralih dari mobil biasa ke mobil listrik ngasih penghematan biaya operasional yang sangat besar buat penghasilan harian. “Jadi saya sudah rasakan ganti mobil taksi sedan sampai tiga generasi. Kira-kira, biaya operasional harian sekarang cuma 35% dari mobil bensin,” kata Kholid.

Kholid, yang punya pengalaman 15 tahun nyetir mobil mesin biasa (Internal Combustion Engine/ICE), merasa lebih tenang hadapi risiko harga BBM naik atau langka. Walau butuh waktu buat ngecas, penghematan biayanya jauh lebih besar dibanding beban operasional mobil pakai Pertalite yang dulu dia pakai.

Baca Juga: Harga Bensin Naik Efek Perang Iran dan AS, Mobil Listrik Diborong

Dengan jarak tempuh harian capai 350 km dari Bekasi ke pusat Jakarta, Kholid terapkan strategi waktu ngecas yang efektif dengan total biaya gak sampai Rp100.000. Pakai fitur fast charging yang ada di banyak tempat strategis bantu dia jaga produktivitas harian tetap maksimal.

“Pake mobil listrik ini sangat untung karena biaya operasinya stabil. Dengan atur waktu yang pas saat ngecas, saya tetap bisa cari penumpang dengan optimal tanpa terbebani biaya bensin yang mahal,” ujarnya.

MEMBACA  Satpol PP Melakukan Tindakan Represif terhadap Wartawan yang Mengawal Mbak Ita, AJI Mengutuk!

Tinggalkan komentar