Benarkah Meninggal di Hari Jumat Langsung Masuk Surga? Ini Penjelasan Ustaz Khalid Basalamah

VIVA – Hari Jumat adalah salah satu hari yang paling baik dalam Islam. Makanya, banyak orang berlomba-lomba untuk berbuat baik di hari Jumat.

Hari Jumat dianggap sangat istimewa, sampai-sampai banyak umat muslim berharap bisa meninggal pada hari itu. Alasannya, karena orang yang meninggal di hari Jumat diyakini akan langsung masuk surga. Tapi, benar gak sih seperti itu?

Ustaz Khalid Basalamah memberikan penjelasannya. Beliau mengatakan bahwa setiap muslim yang meninggal di hari Jumat, maka ia meninggal dalam keadaan khusnul khatimah.

“Kalau meninggal di hari Jumat itu khusnul khatimah, dianggap mati dalam keadaan baik,” kata Ustaz Khalid, seperti dikutip dari channel YouTube Kajian Muslim, Selasa 27 Januari 2026.

Ustaz Khalid menjelaskan lebih lanjut berdasarkan beberapa hadis, seperti riwayat Tirmidzi, Ahmad, Abu Ya’la, dan Baihaqi. Hadis-hadis tersebut menyebutkan bahwa seorang muslim yang meninggal pada hari Jumat atau malam Jumat, maka Allah akan melindunginya dari fitnah kubur.

“Semua hadis ini shahih. Disebutkan dari Abdullah bin Abi Namr RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda: ‘Tidak ada seorang muslim pun, baik laki-laki atau perempuan, anak kecil atau dewasa, yang meninggal pada hari Jumat atau malam Jumat, melainkan Allah akan melindunginya dari fitnah kubur’,” jelas beliau.

Menurut sebagian ahli hadis yang dikutip Ustaz Khalid, makna ‘terlindung dari fitnah kubur’ adalah tidak akan ditanya lagi oleh malaikat tentang siapa Tuhannya, siapa Nabinya, dan apa Kitabnya di dalam kubur. Pertanyaan ini sangat krusial karena jika bisa dijawab, maka selamat; jika tidak, maka celaka.

“Ada sebuah hadis yang menjelaskan, Nabi SAW bersabda bahwa ketika orang mukmin meninggal, malaikat akan mendudukkannya dan menanyakan siapa Tuhanmu, siapa Nabimu, apa kitabmu. Dengan taufik dari Allah, dia akan bisa menjawab dengan lancar,” jelasnya.

MEMBACA  Juru bicara pemerintah Prancis diserang di jalur kampanye, beberapa hari sebelum pemilihan penting

Sementara itu, jika seorang fasik (orang yang beriman tapi sering sengaja melanggar perintah Allah) meninggal di hari Jumat, maka dia akan selamat dari pertanyaan-pertanyaan sulit itu.

Halaman Selanjutnya

“Kalau dia orang fasik, muslim tapi masih banyak dosanya dan belum sempat taubat, begitu juga dengan orang kafir. Saat malaikat bertanya, walaupun secara hafalan dia tahu jawabannya ‘Tuhanku Allah, Nabiku Muhammad, Kitabku Al-Qur’an’, dia tidak akan bisa menjawab. Nabi SAW bersabda, orang fasik atau kafir saat ditanya, dia akan bingung dan berkata ‘Saya tidak tahu, saya hanya ikut-ikut saja apa yang orang katakan’. Nah, orang yang meninggal di hari Jumat akan selamat dari pertanyaan itu, artinya dia sudah pasti lolos,” jelas Ustaz Khalid.

Tinggalkan komentar