WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Malam di Studio 1 Kompas TV, Palmerah, Senin (26/1/2026), tidak cuma pertunjukan musik biasa.
Dibawah sorotan lampu panggung, suara gitar dari 18 maestro gitaris dan nyanyian dari sembilan penyanyi top Indonesia berhasil menyentuh hati banyak orang.
Hasilnya luar biasa: sebuah misi kemanusiaan berjudul “Gitaris Untuk Negeri” sukses mengumpulkan total donasi yang fantastis, lebih dari Rp 5,8 miliar untuk pemulihan Sumatera.
Baca juga: Dawai Kemanusiaan: Kala Endah Widiastuti dan Dewa Budjana Satukan Gitaris Indonesia demi Sumatra
Acara yang diinisiasi oleh Dewa Budjana bersama Dana Kemanusiaan Kompas (DKK) dan Bentara Budaya ini menjadi panggung bagi para seniman untuk tunjukkan bahwa musik adalah alat untuk perubahan.
Malam itu, donasi mengalir dari berbagai cara; mulai dari transfer langsung ke rekening DKK, lelang lukisan, sampai lelang empat gitar langka yang ditandatangani oleh para “dewa gitar” Indonesia.
Hanya dari konser malam itu saja, sudah terkumpul dana sebesar Rp 874.335.000.
Angka ini menambah kuat dana yang sebelumnya sudah dikumpulkan oleh DKK sejak November sampai Desember 2025 sebesar Rp 5 miliar.
“Hasil donasi ini sangat kita syukuri. Ini adalah bentuk empati bersama dari para musisi untuk saudara-saudara kita yang kena bencana di Sumatera,” kata Ilham Khoiri, General Manager Bentara Budaya & Communication Management Kompas Gramedia, dengan perasaan haru setelah acara.
Dana besar yang terkumpul tidak akan dibiarin mengendap begitu saja.
Pihak penyelenggara sudah punya rencana strategis untuk pastikan setiap rupiah yang didonasikan punya dampak jangka panjang.
Fokus utama bantuan ini adalah pemulihan infrastruktur pendidikan yang hancur karena bencana.
“Penyaluran dana nanti akan difokuskan untuk membangun kembali sekolah-sekolah, dari tingkat SD, SMP, hingga SMA di Sumatera. Kita ingin anak-anak di sana bisa cepat kembali belajar di bangunan yang layak,” jelas Ilham.
Pintu kebaikan juga masih terbuka.
Dana Kemanusiaan Kompas masih membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin menyumbang untuk pemulihan Sumatera hingga 11 Februari 2026 nanti.
Momen Magis di Atas Panggung