loading…
Salah satu pusat gaya hidup metropolitan di Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat. Foto/Ist
BEKASI – Bekasi makin mantap posisinya sebagai kota metropolitan di bagian timur Jakarta. Kota ini tidak cuma dikenal sebagai kawasan industri pendukung ibu kota, tapi sekarang juga berkembang menjadi pusat aktivitas gaya hidup urban. Perubahan ini sejalan dengan cara masyarakat kota yang berubah dalam bekerja, berinteraksi, dan mengisi waktu luang.
Transformasi ini sangat terkait dengan perubahan lanskap ritel di daerah perkotaan Indonesia. Menjelang tahun 2026, pusat perbelanjaan tidak lagi hanya difungsikan sebagai tempat jual beli biasa. Mereka sudah berevolusi menjadi pusat pengalaman, interaksi sosial, dan juga gaya hidup warga kota.
Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia, Syarifah Syaukat, melihat pergeseran ini sebagai respons langsung atas perubahan perilaku konsumen perkotaan yang semakin selektif dan efisien. “Sektor ritel di kawasan urban masih tumbuh dan terus ekspansi, tapi bentuknya sudah beda. Tidak lagi sepenuhnya ritel fisik seperti dulu,” ujar Syarifah dalam pernyataannya, Selasa (27/1/2026).
Menurut dia, digitalisasi sudah menggeser fungsi utama mal sebagai tempat berbelanja. Sekarang, banyak aktivitas pembelian dilakukan secara online. Sementara itu, kunjungan ke pusat perbelanjaan justru didorong oleh keinginan untuk mendapatkan pengalaman.
“Orang tidak merasa perlu datang ke mal cuma untuk beli barang. Yang dicari sekarang adalah tempat untuk nongkrong, berinteraksi, dan dapat pengalaman yang berbeda,” katanya.