Jakarta (ANTARA) – Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah, bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), meluncurkan Beasiswa Talenta Indonesia untuk mendukung dan memastikan siswa berprestasi bisa melanjutkan pendidikan tinggi.
Beasiswa ini memberikan pendanaan untuk program sarjana (S1) dan sarjana terapan (D4) di perguruan tinggi dalam dan luar negeri. Beasiswa ini menargetkan talenta di bidang STEM, yaitu sains, teknologi, teknik, dan matematika, serta bidang SHARE yang mencakup ilmu sosial, humaniora, seni, agama, dan ekonomi.
“Beasiswa Talenta Indonesia mencerminkan komitmen pemerintah dalam memberikan fasilitasi kepada siswa berprestasi yang telah melalui proses identifikasi dan pembinaan lewat kompetisi yang difasilitasi Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas),” kata Sekretaris Jenderal kementerian Suharti di Jakarta, Jumat.
Dia mencatat bahwa program ini merupakan bagian dari kebijakan Manajemen Talenta Peserta Didik dan Desain Besar Manajemen Talenta Nasional.
“Beasiswa ini menjadi jembatan strategis untuk memastikan keberlanjutan pengembangan talenta dari pendidikan dasar dan menengah ke pendidikan tinggi,” ujarnya.
Berita terkait: Indonesia ingin tingkatkan kerja sama pendidikan dengan universitas terkemuka Inggris
Dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045, Suharti menekankan bahwa program ini berperan memperkuat talenta nasional untuk mengisi sektor-sektor prioritas pembangunan.
Kepala Puspresnas Maria Veronica Irene Herdjiono menyatakan beasiswa terbuka untuk peraih medali emas, perak, dan perunggu tingkat nasional, serta peraih medali dan honorable mention internasional dalam kompetisi yang diselenggarakan atau difasilitasi Puspresnas pada 2024 dan 2025.
Pendaftaran dibuka secara daring hingga 2 Mei 2026, dan program ini menjunjung inklusivitas dengan memfasilitasi penyandang disabilitas.
Sementara itu, Direktur Beasiswa LPDP Dwi Larso mengatakan beasiswa ini penting untuk membantu siswa berprestasi melanjutkan pendidikan tinggi melalui kolaborasi dengan kementerian.
Berita terkait: Prabowo gelar dialog dengan 1.200 akademisi bidang ilmu sosial
Penerjemah: Hana, Kenzu
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2026