Baznas memberdayakan kelompok terpinggirkan melalui Program Pesantren

Jakarta (ANTARA) – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Indonesia sedang mempersiapkan peluncuran program Pesantren untuk Kaum Marginal di Jakarta selama bulan Ramadan mendatang untuk mempromosikan kesetaraan sosial dan keadilan di antara warga.

Sebuah pesantren biasanya merujuk pada sekolah boarding Islam di Indonesia.

“Pada prinsipnya, kami berusaha untuk merangkul semua orang. Baznas memprioritaskan inklusivitas dalam kegiatan dakwah dan pendidikan sehingga mereka yang terpinggirkan oleh lingkungannya tidak terlupakan,” kata Deputi II Baznas Imdadun Rahmat dalam pernyataan lembaga tersebut yang dikutip di sini pada Jumat.

Rahmat menyampaikan pernyataan ini saat workshop teknis pada Rabu (26 Februari) yang dihadiri oleh perwakilan dari 35 lembaga dakwah Islam yang bermitra dengan Baznas untuk program tersebut.

Menurut Rahmat, program yang dijadwalkan berlangsung dari 5 hingga 27 Maret akan berlangsung di berbagai lokasi di Jakarta dan menawarkan berbagai kegiatan pendidikan, keagamaan, dan pemberdayaan untuk sekitar 1.500 individu dari komunitas yang terpinggirkan.

“Mereka yang diklasifikasikan sebagai terpinggirkan termasuk anak jalanan, anggota komunitas punk, penduduk miskin perkotaan, pemulung, dan individu dengan disabilitas visual, pendengaran, dan bicara,” jelasnya.

Pejabat tersebut juga menyoroti bahwa berdasarkan data yang tersedia, sekitar 60 persen dari 16 ribu anak jalanan di Jakarta tidak memiliki akses ke pendidikan formal.

Sebagai tanggapan, Baznas bertujuan untuk melibatkan anak-anak ini melalui kegiatan pendidikan selama bulan puasa.

“Kami akan mendirikan pesantren mobile, menjangkau anak-anak ini dan memberikan dukungan psikososial. Pendekatan ini akan memungkinkan kami untuk melibatkan mereka dalam kegiatan pendidikan dan keagamaan,” kata Rahmat.

Mengenai penduduk Jakarta yang sering disebut sebagai kaum punk, Rahmat menyatakan bahwa Baznas berencana untuk mengadakan sesi pelatihan untuk mengembangkan keterampilan kewirausahaan mereka dan kompetensi berguna lainnya sebagai bagian dari program tersebut.

MEMBACA  Kejutan Pertarungan MMA Aneh 3 Lawan 1 di Spanyol, Membuat Semua Terkejut

Ia mengungkapkan bahwa lembaga tersebut berencana untuk mendukung pemulung dan memberikan bantuan kepada mereka dalam bentuk modal untuk menjalankan usaha halal.

Rahmat menekankan bahwa semua inisiatif dalam program ini dirancang untuk menyambung kembali kelompok-kelompok terpinggirkan dengan masyarakat dan memastikan mereka memiliki akses ke layanan pendidikan dan keagamaan.

Berita terkait: Baznas Indonesia memberikan beasiswa kepada 60 siswa tuli

Berita terkait: Baznas menargetkan pengumpulan zakat sebesar Rp41 triliun hingga akhir tahun

Penerjemah: Sean Filo, Tegar Nurfitra
Editor: Primayanti
Hak cipta © ANTARA 2025

Tinggalkan komentar