Baznas Indonesia Dirikan Ruang Kelas Darurat di Gaza

Jakarta (ANTARA) – Badan Zakat Nasional (Baznas) Indonesia telah mendirikan tujuh tenda ruang kelas darurat di Beit Lahia, Gaza Utara. Ini untuk mendukung pendidikan anak-anak yang mengungsi akibat krisis kemanusiaan.

Kepala Baznas, Sodik Mudjahid, menyatakan inisiatif ini mencerminkan komitmen lembaga dalam memastikan akses pendidikan bagi anak-anak dalam situasi darurat.

“Kami ingin anak-anak di Gaza tetap bisa mengakses ruang belajar yang aman. Tenda kelas ini diharapkan bisa membantu mereka terus belajar meski banyak kesulitan,” ujarnya dalam rilis pers pada Minggu.

Meski dengan keterbatasan, ruang kelas sementara itu dilengkapi meja dan kursi untuk mendukung pembelajaran serta memberikan dukungan psikososial.

Mudjahid mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas dukungannya pada program ini.

Ia juga berterima kasih kepada masyarakat Indonesia yang telah menyumbang donasi sehingga inisiatif ini dapat terwujud.

Zeina Al Motawaq, seorang pelajar SD berusia delapan tahun, mengatakan tenda-tenda itu membuat belajar jadi lebih nyaman.

“Dulu sangat sulit. Kami harus menulis sambil duduk di lantai dan punggung kami sakit. Kami sangat bersyukur ada meja dan kursi,” kata dia.

Selain ruang kelas yang dapat menampung hingga 100 anak, Baznas juga memberikan layanan kesehatan dan bantuan pokok, termasuk makanan, air bersih, pakaian, selimut, dan tenda.

Berita terkait: Pasukan Indonesia ke Gaza tidak bertujuan melucuti Hamas: Presiden
Berita terkait: Indonesia hentikan rencana pengiriman pasukan ke Gaza di tengah ketegangan regional

*Penerjemah: Sean Filo, Tegar Nurfitra
*Editor: Anton Santoso
*Hak Cipta © ANTARA 2026

MEMBACA  Indonesia Siap Membangun Pusat Pelatihan Olahraga Terbaik di Asia Tenggara

Tinggalkan komentar