Jakarta (ANTARA) – Baznas Indonesia berhasil mengumpulkan lebih dari Rp4,3 miliar (sekitar 253 ribu dolar AS) dalam donasi zakat fitrah dari 111 pejabat tinggi negara di kompleks istana kepresidenan. Jumlah ini menjadi yang tertinggi yang tercatat dalam 11 kali acara pengumpulan zakat di istana.
Ketua Baznas, Sodik Mudjahid, menyatakan dalam keterangan pada Senin bahwa pengumpulan tersebut dilaksanakan di Istana Negara pada Jumat (13 Maret).
Acara ini memfasilitasi pembayaran zakat wajib dari Prabowo Subianto, Gibran Rakabuming Raka, menteri kabinet, serta pejabat tinggi keamanan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada presiden, wakil presiden, dan seluruh anggota kabinet atas dukungan dan pembayaran zakatnya melalui Baznas. Ini sangat meningkatkan semangat kami,” kata Mudjahid.
Dia mencatat bahwa pengumpulan zakat fitrah di istana presiden terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Baznas mencatat donasi sebesar Rp636.250.000 pada 2022, Rp753.500.000 pada 2023, dan Rp1.088.500.000 pada 2024.
Angka itu kemudian naik menjadi Rp2.040.338.800 pada 2025 sebelum mencapai Rp4.345.197.056 tahun ini.
Mudjahid mengatakan partisipasi para pemimpin pemerintah bisa membantu mendorong kesadaran masyarakat yang lebih luas tentang membayar zakat melalui lembaga terpercaya.
Zakat fitrah adalah donasi amal wajib yang harus dibayarkan oleh muslim yang mampu sebelum hari raya Idul Fitri yang menandai berakhirnya bulan puasa Ramadhan.
“Partisipasi para pemimpin negara mungkin bahkan lebih efektif daripada kampanye reguler kami dalam mendorong masyarakat untuk memenuhi kewajibannya,” tambahnya.
Mudjahid mengatakan rekor pengumpulan ini juga telah mendorong pengurus Baznas yang baru dilantik untuk meningkatkan pengelolaan dana zakat hingga 2031.
Dia menekankan komitmen lembaga itu untuk memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme dalam mengelola donasi.
“Kami memandang kepercayaan ini sebagai amanah untuk mengelola dana zakat dengan cara yang bertanggung jawab agar dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Menurut Mudjahid, meningkatnya jumlah zakat yang terkumpul juga mencerminkan komitmen pemerintah yang semakin besar untuk menggunakan dana amal guna mendukung pembangunan sosial dan ekonomi.
Selain presiden dan wakil presiden, acara ini dihadiri oleh sejumlah menteri dan pejabat tinggi keamanan, termasuk Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Daerah Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.