Basarnas Pastikan Kotak Hitam Pesawat ATR 42-500 Segera Diserahkan ke KNKT

Kamis, 22 Januari 2026 – 06:40 WIB

VIVA – Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii memastikan kotak hitam (black box) pesawat ATR 42-500 bernomor registrasi PK-THT milik maskapai Indonesia Air Transport (IAT) yang jatuh di kawasan Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, segera diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk keperluan investigasi.

Baca Juga :

Kabut Tebal dan Angin Kencang Jadi Penghambat Evakuasi Kecelakaan Pesawat ATR 42-500

Syafii menegaskan, KNKT merupakan lembaga yang berwenang untuk mengungkap penyebab kecelakaan pesawat tersebut. Data yang ada di dalam black box dinilai sangat penting untuk merekonstruksi kronologi kejadian secara lengkap.

“Black box ini akan kami serahkan ke KNKT sebagai otoritas yang berwenang melakukan investigasi. Data didalamnya sangat krusial untuk mengungkap kronologi dan penyebab kecelakaan secara menyeluruh,” ujar Syafii saat menerima Panglima Kodam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko di Kantor Basarnas Kelas A Makassar, Kamis (22/1/2026).

Baca Juga :

Pencarian Dipersempit, Tim SAR Fokus Cari Korban Pesawat ATR di Bulusaraung

Dalam operasi pencarian dan pertolongan (SAR) hari kelima, Rabu (21/1/2026), tim SAR gabungan berhasil menemukan dua unit black box di bagian badan dan ekor pesawat. Penemuan dilakukan di tengah medan pegunungan yang ekstrem serta cuaca yang tidak menentu.

Dua kotak hitam itu terdiri dari Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR). Black box kemudian dibawa langsung dari lokasi kejadian oleh Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko sebagai bentuk koordinasi antar instansi untuk mendukung kelancaran operasi SAR.

Baca Juga :

Serpihan Pesawat ATR Ditemukan, Menhub Dudy Buka Crisis Center di Bandara Sultan Hasanuddin

Syafii menyampaikan apresiasinya kepada seluruh personel SAR gabungan yang terlibat. Menurut dia, keberhasilan menemukan black box di medan yang sulit adalah hasil dari kerja keras, dedikasi, dan profesionalisme tim di lapangan.

MEMBACA  Waspadalah saat meminjamkan uang kepada teman, bisa mengalami kerugian besar!

“Saya ucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada tim SAR dilapangan yang telah bekerja dengan dedikasi dan profesionalisme hingga berhasil menemukan black box pesawat,” katanya.

Ia menegaskan, setelah diterima Basarnas, black box akan segera diserahkan ke KNKT untuk dianalisis lebih lanjut demi mengetahui penyebab pasti kecelakaan pesawat itu.

Penyerahan black box menjadi tahap penting dalam penanganan kecelakaan pesawat, sekaligus menunjukkan sinergi antar instansi dalam menjalankan operasi SAR sebagai misi kemanusiaan yang profesional dan bertanggung jawab.

Halaman Selanjutnya

Hingga sekarang, tim SAR telah mengevakuasi dua korban yang identitasnya sudah dipastikan oleh tim Disaster Victim Identification (DVI), yaitu Florencia Lolita Wibisono yang merupakan pramugari pesawat serta Deden Maulana yang diketahui sebagai ASN Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Kedua jenazah sudah diserahkan ke keluarga, sementara potongan tubuh korban ketiga masih dalam proses identifikasi.

Tinggalkan komentar