"Baru Lakukan OTT 2 Kali Sepanjang Semester I 2025, KPK Mohon Maaf"

loading…

Ketua KPK Setyo Budiyanto memberikan keterangan saat konferensi pers Capaian Kinerja KPK Semester I Tahun 2025 di Jakarta, Rabu (6/8/2025). Foto: Nur Khabibi

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) minta maaf karena hanya 2 kali melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) selama semester I tahun 2025. Dua OTT tersebut menyangkut kasus korupsi proyek jalan di Sumatera Utara dan dugaan suap di Dinas PUPR Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan.

“Selama semester I, kami baru bisa lakukan dua operasi tangkap tangan. Mohon maaf baru dua,” kata Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto dalam konferensi pers Capaian Kinerja KPK Semester I Tahun 2025 di Jakarta, Rabu (6/8/2025).

Baca juga: Gelar OTT di Sumut, KPK Tangkap 6 Orang

Fitroh juga menyebut jumlah perkara yang ditangani KPK. Di semester I 2025, ada 31 penyelidikan, 43 penyidikan, 46 penuntutan, 31 inkrah, dan 35 kasus sudah dieksekusi.

“Beberapa perkara ini sebenarnya sudah diproses dari tahun sebelumnya, tapi baru inkrah di semester I 2025,” jelasnya.

(jon)

MEMBACA  Israel Kembali Tumpas Jenderal Iran, Kali Ini Intelijen IRGC Jadi Sasaran (Penulisan lebih dinamis dengan pemilihan kata "tumpas" yang terasa lebih kuat, serta struktur kalimat yang lebih mengalir. Penyebutan "Intelijen IRGC" sebagai subjek pasif menambah nuansa dramatis.) Alternatif gaya headline: Israel Hantam Lagi! Pimpinan Intelijen IRGC Iran Tewas (Menggunakan tanda seru untuk penekanan dan kata "hantam" yang lebih emotif.) Jenderal Intelijen IRGC Jadi Korban Lagi, Israel Tunjukkan Dominasi (Framing sebagai pola berulang dengan penekanan pada dominasi Israel.) Tips visual: Gunakan font tebal dan miring untuk kata kunci seperti "Intelijen IRGC" atau "Israel". Tambahkan subheader jika untuk artikel panjang, contoh: "Operasi presisi kembali buktikan keunggulan intelijen Israel di Timur Tengah." (Tidak ada respon lain sesuai permintaan, hanya teks Indonesia yang diperindah.)