Bali Pasang Tanda Bahaya Banjir di Enam Titik Rawan Denpasar

Denpasar (ANTARA) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali sudah mulai pasang sistem peringatan dini di enam titik yang dianggap paling rawan banjir di Kota Denpasar. Ini dilakukan setelah belajar dari banjir besar pada September 2025 lalu.

BPBD memasang sistem ini di enam lokasi prioritas: di sepanjang Sungai Badung dekat Pasar Kumbasari, jembatan Pasar Wangaya Bunga, struktur pengendali banjir Wangaya, jembatan Kampung Muslim Wangaya, jembatan Sungai Badung di Jalan Hasanudin, dan satu jembatan lagi di Jalan Pekambingan.

Dalam keterangan pers di Denpasar pada Minggu, Kepala BPBD Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya menyebutkan, pihaknya berkolaborasi dengan PLN dan Forum Pengurangan Risiko Bencana untuk menyediakan dan memasang sistem tersebut.

Dia menekankan, pemasangan sistem ini sangat penting bagi Bali untuk mengantisipasi kenaikan air menjelang puncak musim hujan awal tahun ini dan akhirnya mengurangi resiko banjir.

Pejabat itu lebih lanjut menjelaskan, BPBD pertama kali memulai upaya pencegahan banjir ini pada November tahun lalu, dimulai dengan merancang konsep, merakit peralatan, dan melakukan uji coba awal.

“Daripada membeli peralatan dari vendor, kami memilih untuk kembangkan inovasi sendiri untuk efisiensi. Kami kemudian melakukan studi lapangan untuk menentukan ketinggian setiap sensor dan berkoordinasi dengan PLN, yang telah memberikan dukungan penuh untuk pemasangan,” kata Yadnya.

Dia menambahkan penjelasan, BPBD memasang sensor di sungai, dengan sirene yang diposisikan di atas air, mirip dengan sistem peringatan dini tsunami.

“Sirene mungkin akan berbunyi tiga kali: pertama saat kenaikan air 30 sentimeter di atas normal, lalu di 86 sentimeter, dan terakhir di 150 sentimeter sebagai sinyal evakuasi. Secara total, ambang batas evakuasi untuk sensor Pasar Kumbasari adalah 266 sentimeter, yang berbeda-beda di setiap lokasi,” jelasnya.

MEMBACA  Persib Jamu Persita di Bali, Kondisi Tamu Lagi Tidak Ideal

Yadnya menambahkan, BPBD bertujuan menyelesaikan pemasangan pada 12 Januari dan akan menyebarkan informasi kepada warga dan orang-orang yang aktif dalam radius 200–300 meter dari alarm.

Berita terkait: Lima Wilayah di Bali Terendam Banjir Setelah Hujan Berhari-hari Terkait Sistem 93S

Berita terkait: Wanita Warga Asing Tak Dikenal Ditemukan Tewas Setelah Banjir di Bali

Berita terkait: Indonesia Alokasikan Rp8 Miliar untuk Perbaikan Kerusakan Akibat Banjir di Bali

Penerjemah: Ni Putu P, Tegar Nurfitra
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar