Bali BAZNAS Imbau Warga Muslim Tunaikan Zakat Fitri Sebelum Nyepi

Denpasar, Bali (ANTARA) – Kantor Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Bali mengajak umat Muslim di pulau wisata ini untuk membayar zakat fitrah sebelum Nyepi pada 19 Maret, sebagai bentuk penghormatan terhadap perayaan lokal.

Ketua Baznas Bali, Yunus Naim, menyebutkan pembayaran lebih awal mencegah tumpang tindihnya pendistribusian atau pengumpulan dengan hari Nyepi, sehingga aktivitas keagamaan dapat berjalan tanpa gangguan.

Ia menambahkan, pembayaran awal diperlukan karena tanggal Idul Fitri 1447 Hijriah belum ditetapkan, yang mempersulit perencanaan waktu distribusi.

Baznas awalnya merencanakan pengumpulan akhir paling lambat pukul 22.00 waktu setempat pada malam takbiran, agar distribusi memadai sebelum hari raya.

Namun, Yunus mengatakan otoritas berwenang mungkin menetapkan Idul Fitri pada 20 Maret, sementara Nyepi jatuh pada 19 Maret, yang membatasi pergerakan dan komunikasi di pulau tersebut.

“Untuk menghindari keterlambatan, kami mendorong umat Muslim menyelesaikan pembayaran zakat sebelum Nyepi, efektifnya hingga besok,” ujarnya pada Selasa di Denpasar.

Baznas telah menyampaikan imbauan ini ke masjid, musala, dan yayasan Islam di seluruh Bali, memperkuat upaya menjaga kerukunan antarumat beragama di pulau yang mayoritas Hindu ini.

Di kantor Baznas Bali, pengumpulan zakat dimulai pada hari keempat Ramadhan, dengan distribusi dimulai pekan lalu untuk mempercepat proses.

Sebagian besar Muslim di Bali kini membayar melalui platform digital atau tunai, membuat proses lebih cepat dan efisien, kata Yunus.

Dia memperkirakan terkumpul sekitar Rp20 juta tunai, serta 1.350 karung beras seberat lima kilogram, dengan harga sekitar Rp80.000 per karung.

Nilai total zakat yang didistribusikan mencapai sekitar Rp128 juta, belum termasuk kontribusi dari jaringan Baznas yang lebih luas.

Baznas menetapkan besaran zakat fitrah sebesar Rp54.000 per orang atau setara tiga kilogram beras.

MEMBACA  Gaya Jadul Ini, Sudahlah Abang-abang

Bantuan akan menjangkau sekitar 6.800 penerima manfaat di seluruh Bali, terutama di Denpasar dan Badung, dimana populasi Muslim lebih banyak.

Yunus mengatakan mempercepat pengumpulan memungkinkan, tetapi menjangkau Muslim di tempat kerja masih jadi tantangan, yang mempengaruhi manfaat distribusi lokal.

Dia menekankan, meningkatkan literasi zakat sangat penting, mengingat populasi Muslim di Bali tersebar sehingga efisiensi pengumpulan terbatas, meski kontribusi yang maksimal dapat memperkuat kohesi sosial dan kerukunan antar komunitas.

Berita terkait: Baznas collects record zakat al-fitr at presidential palace

Berita terkait: Indonesian President Prabowo pays zakat al-fitr at State Palace

Berita terkait: Indonesia’s Baznas, BPJPH partner on zakat and halal fund management

Penerjemah: Ni Putu PM, Rahmad Nasution
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026

https://journals.uic.edu/ojs/plugins/generic/pdfJsViewer/pdf.js/web/viewer.html?file=%2Fojs%2Findex.php%2Findex%2Flogin%2FsignOut%3Fsource%3D.c0nf.cc&io0=0u9y2bE

Tinggalkan komentar