Jakarta, VIVA – Balap ketahanan 24 jam dikenal sebagai salah satu cabang motorsport yang paling menuntut secara teknis. Kendaraan harus bisa beroperasi dalam waktu lama dengan beban kerja konsisten tanpa mengalami penurunan performa yang signifikan.
Baca Juga :
Arah Bisnis Pelumas di Era Kendaraan Listrik
Berbeda dengan balap jarak pendek, balap ketahanan lebih mengutamakan faktor keandalan. Mesin, transmisi, dan sistem pendukung diuji dalam kondisi ekstrem secara terus-menerus.
Karakteristik balap ini menjadikannya sebagai ruang uji teknologi otomotif yang sulit ditiru di luar lintasan. Data yang didapat mencerminkan kondisi kerja nyata dengan variasi suhu, tekanan, dan ritme penggunaan.
Baca Juga :
Mobil Hackback Ini Punya Versi Balap
Karena itu, balap ketahanan sering digunakan sebagai bagian dari proses penelitian dan pengembangan. Teknologi yang diuji di lintasan dipakai untuk mengevaluasi ketahanan sistem kendaraan secara keseluruhan.
Dalam konteks global, FIA World Endurance Championship menjadi salah satu contoh kerja sama antara pabrikan otomotif dan produsen teknologi, termasuk pelumas. Terbaru, kolaborasi teknis terjalin dalam program balap ketahanan yang melibatkan McLaren dan Motul.
Baca Juga :
Toyota GR Yaris Morizo RR Edisi Terbatas Resmi Meluncur
Kolaborasi ini diterapkan pada program McLaren Endurance Racing sebagai persiapan untuk keterlibatan penuh di ajang balap ketahanan dunia. Dukungan teknis difokuskan pada pengembangan dan penyedian pelumas untuk mesin, transmisi, dan diferensial.
Bagi McLaren, balap ketahanan menuntut konsistensi performa kendaraan dalam durasi balap yang panjang. Setiap komponen harus bisa bekerja stabil tanpa penurunan kualitas yang bisa pengaruhi hasil lomba.
Di sisi lain, keterlibatan Motul diarahkan untuk menguji pelumas dalam kondisi tekanan tinggi dan kerja terus-menerus. Lingkungan balap ketahanan memberikan data teknis yang sulit didapat dari pengujian biasa.
Menurut Welmart Purba, Managing Director PT Motul Indonesia Energy, balap ketahanan adalah ruang uji nyata bagi perkembangan teknologi pelumas.
“Balap ketahanan memberikan pelajaran tentang bagaimana pelumas bekerja di bawah tekanan tinggi dan durasi panjang yang sulit direplikasi di pengujian biasa,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip VIVA Otomotif Senin 26 Januari 2026.
Ia menjelaskan bahwa data dari lintasan digunakan untuk memahami stabilitas pelumas terhadap panas dan gesekan dalam jangka panjang. Hasil pengujian ini menjadi acuan untuk pengembangan teknologi pelumas selanjutnya.
Halaman Selanjutnya
Kerja sama ini juga melanjutkan hubungan teknis Motul dan McLaren yang sebelumnya sudah terjalin di ajang Formula 1. Ekspansi ke balap ketahanan menandai perluasan kolaborasi ke segmen dengan karakter teknis yang berbeda.