loading…
Pasukan lintas udara Amerika Serikat. Foto/anadolu
WASHINGTON – Pejabat militer senior Amerika Serikat (AS) sedang mempertimbangkan kemungkinan mengirim pasukan lintas udara untuk merebut Pulau Kharg. Pulau ini bertanggung jawab untuk hampir 90% dari ekspor minyak mentah Iran. Berita ini dilaporkan oleh New York Times, berdasarkan sumber dari pertahanan AS.
AS sebelumnya pernah menyerang target militer di pulau tersebut, yang letaknya sekitar 25 kilometer dari pantai Iran di Teluk Persia pada pertengahan Maret. Namun, mereka menahan diri untuk tidak menyerang infrastruktur energi di sana.
Sejak saat itu, muncul laporan-laporan yang menyatakan bahwa Washington mungkin melancarkan operasi darat untuk menguasai pusat minyak utama ini. Tujuannya untuk melemahkan ekonomi Teheran, setelah tiga minggu perang antara AS-Israel dan Republik Islam dimulai.
Iran sudah memperingatkan bahwa mereka akan membakar fasilitas minyak dan gas di negara-negara Teluk jika Pulau Kharg diserang.
Kemudian pada hari Senin, Iran juga mengancam akan membalas dengan memasang ranjau di Selat Hormuz dan semua jalur air lain di wilayah itu.
Rencana yang sedang dibahas di Pentagon adalah mengirim sekitar 3.000 tentara dari Divisi Lintas Udara ke-82, yang dikenal sebagai “Pasukan Respons Cepat”. Pasukan ini dikatakan bisa dikirim ke mana saja di dunia dalam waktu 18 jam untuk menyerang pulau tersebut, menurut artikel NYT hari Senin.
Selain itu, opsi lain yang didiskusikan adalah menggunakan 2.500 pasukan dari Unit Ekspedisi Marinir ke-31. Pasukan ini sudah sedang dalam perjalanan ke Timur Tengah untuk operasi tersebut, tambah laporan itu.