AS Perintahkan Warga Negaranya Tinggalkan Iran

Selasa, 13 Januari 2026 – 20:00 WIB

Washington, VIVA – Kedubes AS virtual untuk Iran memperingatkan warga Amerika pada Senin untuk segera meninggalkan negara itu karena kerusuhan yang makin meningkat.

Baca Juga :


Demo Besar-besaran di Iran, 646 Orang Tewas

“Tinggalkan Iran sekarang,” kata kedutaan dalam peringatan keamanan, mendesak warga negaranya untuk rencanakan keberangkatan dari Iran tanpa bantuan pemerintah AS.

“Jika Anda tidak dapat pergi, carilah lokasi yang aman didalam tempat tinggal Anda atau bangunan aman lainnya,” tambah pernyataan itu.

Baca Juga :


Semakin Panas! Ketua Parlemen Iran Kembali Ancam Akan Berikan ‘Pelajaran Tak Terlupakan’ untuk Donald Trump

Peringatan tersebut mendesak warga AS di Iran untuk mengantisipasi pemadaman internet yang terus menerus, merencanakan cara komunikasi lain, dan, “jika aman untuk mempertimbangkan meninggalkan Iran lewat jalur darat ke Armenia atau Turki.”

Sementara itu, warga negara ganda AS-Iran harus meninggalkan Iran dengan paspor Iran, kata kedubes, dan menambahkan bahwa pemerintah Iran tidak mengakui kewarganegaraan ganda dan akan memperlakukan mereka hanya sebagai warga negara Iran.

Baca Juga :


Trump Ancam Kenakan Tarif 25 Persen Bagi Negara yang Berbisnis dengan Iran

“Menunjukkan paspor AS atau hubungan dengan Amerika Serikat bisa jadi alasan yang cukup bagi otoritas Iran untuk menahan seseorang,” katanya.

Menanggapi demo anti pemerintah yang makin panas di Iran, pada Senin, Presiden AS Donald Trump mengumumkan penerapan tarif 25 persen bagi “semua” negara yang berbisnis dengan Iran.

Selain itu, Trump berulang kali mengancam akan menyerang Iran jika pihak berwenang disana menggunakan kekuatan mematikan untuk menekan protes, namun ia juga menyatakan kesediaan untuk menjajaki kemungkinan diplomasi dengan Teheran.

MEMBACA  Polda Metro Jaya Bentuk Tim Khusus untuk Tangani Kasus Orang Hilang dalam Aksi Unjuk Rasa 28-30 Agustus 2025

Beberapa laporan menunjukkan bahwa pada Senin, Trump mendapat pengarahan tentang beberapa opsi tindakan melawan Iran selain serangan udara militer konvensional.

CBS News melaporkan bahwa beragam instrumen militer dan operasi rahasia tersebut dapat mencakup opsi operasi siber serta kampanye psikologis untuk mengganggu struktur komando Iran, sistem komunikasi, dan media yang dikelola negara.

Mengutip dua pejabat Pentagon, stasiun televisi tersebut mengatakan operasi siber dan psikologis dapat dikerahkan secara terpisah atau bersamaan, meskipun keputusan akhir belum dibuat.

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa tim keamanan nasional Trump diperkirakan akan membahas opsi Iran terbaru di Gedung Putih pada Selasa.

Halaman Selanjutnya

Sebelumnya pada hari Minggu, Trump mengatakan bahwa pemerintahannya memantau dengan cermat situasi di Iran dan sedang mempertimbangkan “opsi yang sangat kuat” karena jumlah korban tewas yang dilaporkan dalam protes yang berlangsung terus meningkat.

Tinggalkan komentar