AS Menjatuhkan Sanksi pada Perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Anjlok 80%

Ekspor minyak mentah Iran ke China merosot tajam ke level terendah dalam beberapa taun terakhir, seiring meningkatnya tekanan sanksi AS. FOTO/Reuters

JAKARTA – Ekspor minyak mentah Iran ke China turun drastis ke level paling rendah selama beberapa tahun belakangan, karena tekanan sanksi Amerika Serikat terhadap perusahaan-perusahaan China yang terlibat dalam perdagangan minyak Iran semakin meningkat. Situasi ini membuat Teheran kehilangan sebagian besar pasar utamanya, di tengah konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah.

"Impor minyak mentah Iran oleh China pada bulan Mei tercatat sekitar 1,10 juta barel per hari, yang merupakan level terendah sejak Januari 2025," berdasarkan data dari perusahaan analitik energi Kpler yang dikutip oleh Reuters.

Baca Juga: Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia

Penurunan impor China berdampak langsung pada kinerja ekspor minyak Iran. Data dari Lloyd’s List menunjukkan bahwa ekspor minyak mentah Iran pada Mei 2026 anjlok 84 persen dibandingkan bulan sebelumnya, dan berada 87 persen di bawah rata-rata ekspor selama 12 bulan hingga akhir April.

Sebelum konflik meningkat pada akhir Februari 2026, China menyerap lebih dari 80 persen total ekspor minyak Iran. Kilang-kilang independen, atau teapot refinery, di Provinsi Shandong menjadi pembeli utama karena minyak Iran ditawarkan dengan harga yang lebih kompetitif dibandingkan pasokan dari negara lain.

Namun, arus perdangan kedua negara melemah drastis setelah eskalasi konflik di Timur Tengah, gangguan distribusi akibat blokade Selat Hormuz, serta pemberlakuan sanksi baru Washington terhadap perusahaan pelayaran dan kilang di China. Padahal pada Maret 2026, Iran sempat menjadi pemasok minyak tebesar bagi China dengan volume sekitar 2,5 juta barel per hari.

MEMBACA  101 Orang Ditangkap Sudah Berniat Rusuh di Hari Buruh Jakarta, Semua Tak Akan Ditahan

Tinggalkan komentar