Kamis, 9 April 2026 – 15:53 WIB
Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, menyatakan bahwa penghentian serangan Israel ke Lebanon bukanlah bagian dari kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran. Vance bahkan menyebut isu ini sebagai sebuah "kesalahpahaman".
Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan penghentian konflik di Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan karena keterlibatan kelompok Hizbullah. Trump menilai situasi di negara tersebut adalah bagian dari "bentrokan yang terpisah".
"Saya kira ini berasal dari kesalahpahaman yang wajar. Saya pikir pihak Iran mengira bahwa gencatan senjata mencakup Lebanon, padahal tidak. Kami tidak pernah membuat janji seperti itu," ujar Vance kepada wartawan sebelum berangkat ke Hungaria.
"Kami tidak pernah mengindikasikan hal itu akan terjadi. Yang kami katakan adalah gencatan senjata akan difokuskan pada Iran dan pada sekutu Amerika, yaitu Israel dan negara-negara Arab Teluk," tambahnya.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan gencatan senjata di Lebanon tetap menjadi salah satu syarat utama dari 10 poin proposal gencatan senjata Iran, yang bertujuan menghentikan agresi Israel di kawasan tersebut.
Kepala eksekutif itu menyampaikan pernyataannya dalam percakapan telepon dengan mitranya dari Prancis, Emmanuel Macron, pada Rabu, 8 April 2026, seperti dilansir Press TV.
Percakapan itu terjadi setelah rezim Israel membunuh ratusan orang di Lebanon, yang jelas melanggar proposal, meski Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan proposal tersebut sebagai sesuatu yang "dapat diupayakan" untuk negosiasi.
Selama percakapan, Pezeshkian menekankan perlunya penghentian agresi terhadap Lebanon, dan mengidentifikasi keharusan itu sebagai "salah satu syarat utama proposal Iran".
Pasukan Pertahanan Israel mengumumkan dimulainya rangkaian serangan terbesar terhadap target Hizbullah di Lebanon sejak awal eskalasi saat ini.
Sementara itu, kantor berita Iran Tasnim melaporkan bahwa Republik Islam Iran dapat menarik diri dari kesepakatan gencatan senjata dengan Amerika Serikat jika Israel terus melancarkan serangan ke Lebanon.
Senada, Kantor Berita Fars juga melaporkan bahwa Teheran telah menangguhkan lalu lintas kapal tanker melalui Selat Hormuz setelah serangan tersebut.