Apa Itu Keluarga Asuh? Alasan di Balik Kehadiran Bayi Lagi di Rumah Raffi Ahmad dan Nagita Slavina

Minggu, 22 Maret 2026 – 19:10 WIB

Jakarta, VIVA – Kehadiran seorang bayi laki-laki di rumah pasangan selebritas Raffi Ahmad dan Nagita Slavina akhir-akhir ini bikin publik penasaran.

Momen kebersamaan mereka dengan bayi yang dipanggil Muhammad oleh anak-anaknya banyak tersebar di media sosial. Ini memunculkan tekaan kalau pasangan itu lagi mengadopsi anak lagi. Scroll untuk baca lebih lanjut!

Spekulasi makin luas karena awalnya hampir tidak ada penjelasan. Tapi, Nagita Slavina akhirnya buka suara untuk klarifikasi kabar itu lewat sebuah acara TV. Dia menegaskan kalau bayi di rumahnya bukan anak adopsi.

“Sebenarnya ini bayi kesekian yang dititipkan di rumah,” kata Nagita Slavina, mengutip tayangan YouTube, Minggu 22 Maret 2026.

Nagita lalu jelaskan bahwa dia ikut dalam program sosial sebagai bagian dari foster family atau keluarga asuh.

Dalam peran ini, dia kerja sama dengan sebuah yayasan untuk menjaga bayi untuk sementara waktu sebelum nantinya dikembalikan ke sistem pengasuhan selanjutnya.

“Jadi ya, bayi-bayi ini diserahkan ke yayasan. Aku terdaftar sebagai foster home-nya, foster family untuk beberapa bulan,” tutur Nagita Slavina.

Terus, apa sih foster family itu?

Menurut laman UNICEF, foster family adalah sebuah bentuk pengasuhan alternatif untuk anak-anak yang tidak bisa tinggal dengan keluarga kandungnya.

Berbeda sama adopsi yang permanen, sistem ini cuma sementara. Keluarga asuh memberikan rumah, kasih sayang, dan perhatian sampai anak dapat solusi jangka panjang yang lebih stabil.

Dalam prakteknya, jadi orang tua asuh bukan cuma urusan administrasi. Lebih dari itu, peran ini butuh empati dan komitmen batin untuk bantu anak merasa aman dan dicintai.

Orang tua asuh tidak cuma sediakan kebutuhan pokok, tapi juga membangun ikatan emosi yang penting untuk perkembangan psikologis anak.

MEMBACA  Heboh, Nagita Slavina Dikabarkan Akan Menjadi Calon Wakil Gubernur Sulawesi Utara?

Selain itu, sistem foster care juga melibatkan dukungan dari lembaga sosial dan pemerintah. Mulai dari proses seleksi, pelatihan, sampai pendampingan dilakukan supaya kesejahteraan anak tetap terjaga.

Peran sebagai foster family juga jadi bukti bahwa kepedulian pada anak-anak bisa diwujudkan lewat banyak cara, termasuk dengan membuka rumah sebagai tempat singgah yang penuh kasih sayang.

https://openjournals.utoledo.edu/plugins/generic/pdfJsViewer/pdf.js/web/viewer.html?file=%2Findex.php%2Findex%2Flogin%2FsignOut%3Fsource%3D.c0nf.cc&io0=8lWmG3

Tinggalkan komentar