Anwar Ibrahim Beberkan Kisah di Balik Kelancaran Kapal Malaysia Lalui Selat Hormuz, Soroti Tekanan AS

Senin, 6 April 2026 – 06:23 WIB

VIVA – Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menceritakan kisah dibalik negosiasi kapal tanker minyak Malaysia yang akhirnya diizinkan melewati Selat Hormuz yang dikendalikan oleh Iran. Anwar mengakui bahwa sebelumnya ia telah menghubungi Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, untuk meminta ‘izin’ melintasi selat yang sedang dilanda perang tersebut.


Trump Ancam Bakal Serang Pembangkit Listrik dan Jembatan Iran Selasa Besok

Anwar pun bercerita tentang percakapan dan hubungannya dengan Presiden Iran itu. “Untungnya hubungan kita baik sama Iran. Baru sekarang orang-orang tau,” kata Anwar Ibrahim saat memberi sambutan di sebuah acara bersama masyarakat Malaysia di Johor Bahru, Minggu, 5 April 2026.


Nasib Awak Pesawat F-35 AS yang Jatuh Ditembak Jatuh Iran

Dia mengatakan dulu ada pihak yang marah kepadanya karena dianggap terlalu dekat dengan Iran. Menurut pihak itu, Malaysia harus menjaga perasaan Amerika Serikat. “(Dia bilang) ‘Amerika akan menekan kita. Amerika akan pakai kekuatan. Kita negara kecil. Kita berdagang dengan Amerika, tapi kamu malah baik sama Iran’,” ujar Anwar.


Iran Umumkan Gempur Fasilitas Industri yang Terafiliasi AS di Israel, UEA hingga Kuwait

Anwar melanjutkan, nyatanya hubungan baik dengan setiap negara membawa manfaat juga buat Malaysia. Ketika ia menelepon Presiden Pezeshkian beberapa waktu lalu – setelah bicara soal perang dan hal lain – ia menyinggung soal kapal tanker Malaysia yang masih tertahan di Selat Hormuz, dan langsung disambut baik. “Saya telepon sekali aja. Saya bilang kapal kami masih ada tujuh yang tertahan. Dia bilang apa? Dia bilang, ‘ya, oke’. Jadi saya bilang kalau bisa, Presiden tolong bantu. Saat itu juga dia bilang, ‘oke Anwar, percaya sama saya. Saya akan perintahkan supaya kapal-kapal Malaysia segera dilepaskan’,” kata Anwar.

MEMBACA  Kisah Marinir yang Diselamatkan Makhluk Laut Usai Terapung 3 Hari di Tengah Ombak

Anwar lalu bercerita, setelah diplomasi kapal berhasil, justru ada pihak oposisi yang pesimis, bilang meski kapal Malaysia bisa lewat, harga bahan bakar minyak tetap mahal. “Ya memang, biaya kapal bulan lalu sama sekarang lebih mahal. Asuransi kapal juga naik. Tapi setidaknya ada minyak. Negara lain sampe harus nerapin jatah minyak, gak ada stok. Kalau ikutin emosi saya, saya mau yang banyak ngomong itu jangan dikasih minyak,” tegas Anwar Ibrahim.

Halaman Selanjutnya

Anwar Ibrahim menegaskan pemerintahannya sudah bekerja, tapi malah dserang dengan hal-hal seperti itu.

Tinggalkan komentar