Yogyakarta (ANTARA) – Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menekankan peran strategis LKBN ANTARA sebagai garda terdepan dalam menjaga fakta dan integritas informasi di tengah maraknya penyebaran disinformasi era digital.
“ANTARA harus menjadi penjaga fakta, mendukung prioritas pembangunan nasional, menghubungkan negara dengan rakyatnya, serta menjadi juru bicara Indonesia untuk dunia,” kata Hafid dalam Rapat Kerja Nasional ANTARA 2026 di Yogyakarta, Jumat.
Pernyataan ini disampaikan dalam raker yang mengusung tema “Memperkuat Peran Strategis ANTARA dalam Ekosistem Informasi Nasional dan Transformasi Bisnis Media Digital”.
Menteri menyoroti tantangan besar ekosistem informasi saat ini, yaitu menjamurnya media online yang belum terverifikasi Dewan Pers. Di tengah banjir informasi yang kerap didorong emosi dan clickbait, ia mendorong ANTARA untuk tetap berpegang etika jurnalistik.
"Logo ANTARA punya kredibilitas kuat dan dipercaya publik. Tingginya kepercayaan ini adalah aset luar biasa yang tidak boleh dirusak oleh laporan yang tidak akurat atau belum terverifikasi," ujar mantan jurnalis itu.
Terkait dukungan operasional, Hafid menegaskan komitmen pemerintah dalam mempertahankan PSO ANTARA serta mengupayakan kenaikan meskipun ada efesiensi anggaran di berbagai sektor.
Ia bilang, kebijakan PSO ini adalah wujud tanggung jawab negara agar ANTARA tetap hadir sampai ke pelosok negeri. Menurutnya, PSO harus dilanjutkan dengan semangat yang sama dan bahkan diperkuat untukmemastikan informasi yang diterima masyarakat akurat sesuai amanat Pasal 28 UUD 1945.
Menteri juga mendorong ANTARA melanjutkan transformasi digital tanpa mengorbankan akurasi. Ia berharap lembaga ini terus menerjemahkan visi pembangunan pemerintah menjadi narasi faktual, jelas, dan mudah diakses masyarakat.