Jayapura, Papua (ANTARA) – Angkatan Laut Indonesia telah meningkatkan patroli di sepanjang perbatasan maritimnya dengan Papua Nugini, dengan mengerahkan kapal perang dan aset pengawasan untuk membatasi penyelundupan dan menegakkan kedaulatan di perairan yang lama rentan terhadap kejahatan lintas batas, kata seorang komandan senior pada hari Sabtu.
Mayor Jenderal Werijon, komandan Komando Armada RI Kawasan Timur yang bermarkas di Jayapura, mengatakan kapal perang Indonesia kini rutin berpatroli di perairan perbatasan untuk mencegah aktivitas kriminal dan menenangkan masyarakat pesisir.
Dia menyatakan angkatan laut berkomitmen untuk menjaga semua perairan Indonesia, khususnya zona perbatasan sensitif dengan Papua Nugini, di mana geografi dan akses terbatas memungkinkan perdagangan ilegal.
Patroli tidak hanya melibatkan kapal perang TNI AL, yang dikenal sebagai KRI, tetapi juga aset pengawasan maritim pendukung untuk memperluas cakupan dan meningkatkan jangkauan operasional, kata Werijon.
TNI AL berkoordinasi erat dengan unit keamanan lain untuk mencegah perairan perbatasan dieksploitasi oleh penyelundup, menekankan bahwa kerjasama antar-lembaga adalah kunci bagi keamanan maritim yang berkelanjutan.
“Patroli terus dilakukan agar perairan kita tetap aman dari penyelundupan barang ilegal, termasuk narkotika seperti ganja,” kata Werijon kepada wartawan di Jayapura, Papua.
Dia mengatakan kehadiran angkatan laut yang terlihat dan konsisten dirancang untuk mengganggu rute penyelundupan, memperkuat penegakan hukum di laut, dan mempertegas otoritas Indonesia di sepanjang perbatasan timurnya.
Werijon berbicara di sela-sela acara olahraga bersama yang diadakan menjelang Hari Dharma Samudera pada 15 Januari, yang memperingati sejarah angkatan laut Indonesia dan pelaut yang gugur.
Acara ini dihadiri oleh Kapolda Papua Inspektur Jenderal Patrige Renwarin, Ketua MRP Nerlince Wamuar, dan pejabat dari badan pemerintah daerah.
Perwakilan dari kantor Bank Indonesia Jayapura dan Universitas Cenderawasih juga turut serta, menyoroti koordinasi antara aparat keamanan, pemerintah sipil, dan tokoh masyarakat.
Perbatasan darat dan laut Indonesia dengan Papua Nugini membentang lebih dari 700 kilometer, sebagian besar berupa hutan lebat, sehingga rentan terhadap kejahatan lintas batas, terutama perdagangan narkoba.
Polisi mengatakan para pengedar sering memanfaatkan jalur darat terpencil dan rute pantai untuk menghindari deteksi, dan memindahkan narkotika ke provinsi-provinsi paling timur Indonesia.
Pada September 2025, misalnya, polisi Papua mengumumkan penyitaan 19 kilogram ganja yang diselundupkan dari Papua Nugini, dengan menangkap 15 warga negara PNG di berbagai lokasi.
Kasus sebelumnya termasuk patroli militer pada Juli 2025 di dekat desa Skofro yang mencegat 128 paket ganja, dan beberapa penyitaan besar pada tahun 2024 yang melibatkan upaya penyelundupan lewat laut.
Otoritas menyatakan ganja tetap ilegal di Indonesia, dengan pengedar menghadapi hukuman penjara panjang atau hukuman mati, dan terus mendorong masyarakat perbatasan untuk melaporkan aktivitas mencurigakan.
Berita terkait: Polisi Papua menggagalkan upaya penyelundupan BBM ke PNG
Berita terkait: Polisi Papua sita 19 kg ganja PNG dalam penertiban perbatasan berkelanjutan
Penerjemah: Evarukdijati, Rahmad Nasution
Editor: Arie Novarina
Hak Cipta © ANTARA 2026