Ancaman Kemarau Berkepanjangan Mengintai, PU Klaim Ketahanan Pangan Masih Terjaga

Minggu, 29 Maret 2026 – 21.25 WIB

Solo, VIVA – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memastikan ketahanan pangan nasional dalam kondisi aman, meski Indonesia kemungkinan menghadapi kemarau panjang tahun ini. Pemerintah telah menyiapkan beberapa langkah antisipasi, seperti membangun jaringan irigasi air tanah, program pompanisasi, dan operasi modifikasi cuaca.




Menteri PU Dody Hanggodo Sebut Dirinya Jadi Target Deep State: Dirjen Untouchable Itu Ada!

Dody menjelaskan, kondisi di beberapa daerah menunjukan sistem irigasi yang ada sudah tidak optimal lagi, terutama bendungan milik daerah yang kurang perawatan. Hal ini berdampak pada berkurangnya pasokan air ke sawah, sehingga petani cuma mengandalkan air hujan.

“Seperti bendung, tapi sudah lama sekali kurang dirawat, akibatnya sawah di daerah sini tidak lagi mendapat air dari bendung yang ada disana,” kata Dody saat kunjungan kerja (kunker) ke Bendung Boyo, Sragen – Boyolali, Jawa Tengah, Minggu, 29 Maret 2026.




PU Kejar Pembersihan Lumpur di Aceh, Target Pulihkan Wilayah Permukiman Warga

Sebagai solusi, pemerintah membangun jaringan irigasi air tanah (JIAT) untuk memastikan suplai air tetap ada di luar musim hujan. Di satu lokasi yang dikunjungi, sumur bor sedalam kira-kira 120 meter bisa menghasilkan air sekitar 12–13 liter per detik dan mengairi kurang lebih 20 hektar sawah.

Meski begitu, Dody rasa distribusi air masih perlu ditingkatkan dengan membangun jaringan irigasi tersier supaya pemanfaatannya lebih efisien dan bisa menjangkau lahan yang lebih luas.




Zero ODOL Disebut Berlaku Efektif di 2027, Ini Kata Menteri PU

“Harapannya kalau sudah ada jaringan tersier mungkin akan lebih baik, karena airnya lebih efisien, satu aliran air bisa dipakai lebih optimal, sehingga sawah yang diairi akan lebih banyak,” ujarnya.

MEMBACA  Indonesia Siap Sertifikasi 600.000 Hektar Lahan untuk Program Transmigrasi

Ia juga mengingatkan bahwa tantangan utama akan muncul setelah bulan September sampai Oktober, saat banyak waduk mulai menyusut volumenya. Kondisi ini berpotensi mengganggu pengairan ribuan hektar lahan pertanian.

“Tadi waktu kita di bendungan, itu kan waduknya biasanya berfungsi baik hanya sampai bulan September–Oktober. Jadi setelah Oktober nanti akan mulai sulit,” jelasnya.

Untuk mengatasi ini, pemerintah sudah menyiapkan program pompanisasi di berbagai daerah yang akan dimulai sekitar Mei atau Juni. Program ini dijalankan bersama Kementerian Pertanian untuk menjaga suplai air ke sawah yang sudah tidak terjangkau sistem irigasi biasa.

Halaman Selanjutnya

Selain itu, pemerintah juga membuka opsi operasi modifikasi cuaca untuk menambah curah hujan di daerah hulu bendungan, supaya pasokan air tetap terjaga sampai musim hujan datang.

Tinggalkan komentar