Amerika Serikat Perkirakan Perang dengan Iran Akan Berakhir dalam Beberapa Minggu

Senin, 16 Maret 2026 – 07:18 WIB

Jakarta, VIVA – Menteri Energi Amerika Serikat (AS), Chris Wright, pada hari Minggu tanggal 15 Maret 2026, menyatakan bahwa perang melawan Iran akan selesai dalam beberapa minggu lagi.

Pernyataan tersebut memberikan perkiraan waktu paling pasti dari pemerintah AS sejak serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari.

"Konflik ini akan berakhir dalam beberapa minggu ke depan," kata Wright kepada ABC News, sambil menambahkan bahwa hal itu "bisa saja lebih cepat."

Wright mengatakan warga AS akan terus merasakan efek kenaikan harga bensin selama beberapa minggu lagi. Namun, keadaan diperkirakan membaik setelah konflik selesai, meski dia menyatakan "tidak ada jaminan apapun dalam perang." Dia menggambarkan gangguan jangka pendek ini sebagai resiko yang harus diambil.

Pernyataan Wright muncul ketika serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran sejak 28 Februari telah menyebabkan lebih dari 1.200 orang meninggal, termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.

Iran membalas serangan dengan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.

Sebelumnya telah dilaporkan, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menegaskan akan menghancurkan Iran sepenuhnya. Alasannya, Iran dinilai menunjukkan ketangguhan yang lebih besar dalam perang melawan Amerika Serikat dan Israel daripada yang diperkirakan Washington.

"Kami akan menghancurkan rezim teroris Iran sepenuhnya, secara militer, ekonomi, dan dengan cara lain," tulis Donald Trump di platform onlinenya, Truth Social, seperti dikutip pada Sabtu, 14 Maret 2026.

Trump mengklaim bahwa angkatan laut dan udara Iran sudah hancur. Selanjutnya, militer AS akan menghancurkan semua rudal, drone, hingga persenjataan Iran. Ia juga menyatakan bahwa para pemimpin Iran telah "dihapuskan dari muka Bumi."

MEMBACA  Indeks Saham Anjlok seiring Tekanan pada Sektor Teknologi yang Semakin Dalam

Trump menekankan bahwa Amerika Serikat memiliki "kekuatan tembakan yang tak tertandingi, amunisi tanpa batas, dan banyak waktu."

Presiden AS itu juga menyebut anggota kepemimpinan Iran sebagai "orang-orang gila," dan mengatakan bahwa adalah "kehormatan besar" baginya untuk membunuh mereka.

Iran Ancam Kejar dan Habisi Benjamin Netanyahu Tanpa Ampun

Minggu, 15 Maret waktu setempat, Iran menegaskan akan mengejar dan membunuh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Baca artikel selengkapnya di sini.

VIVA.co.id
16 Maret 2026

Tinggalkan komentar