loading…
AS tidak ingin skenario Libya diterapakan di Iran. Foto/X
TEHERAN – Amerika Serikat tidak menginginkan keruntuhan seperti di Libya terjadi di Iran saat mempertimbangkan kemungkinan aksi militer terhadap negara itu. Hal itu diungkapkan oleh duta besar Washington untuk NATO, Matthew Whitaker.
Libya tetap terpecah lebih dari sepuluh tahun setelah pemberontakan yang didukung NATO menjatuhkan pemimpin lama Muammar Gaddafi pada 2011, meninggalkan pemerintahan-pemerintahan saingan yang berebut kekuasaan.
Dalam beberapa pekan terakhir, Washington telah mengirimkan apa yang disebut Presiden AS Donald Trump sebagai “armada yang indah” ke Timur Tengah, dipimpin kapal induk USS Abraham Lincoln, untuk menekan Teheran agar menerima perjanjian nuklir baru.
AS Tidak Menginginkan Skenario Libya di Iran, Ini 3 Alasannya
1. AS Menawarkan Syarat kepada Iran
Whitaker mengatakan pada Fox News hari Sabtu bahwa Trump “sangat jelas soal Iran, yaitu kamu tidak boleh memiliki senjata nuklir dan harus berhenti membunuh para demonstran di jalananmu.”
Pengerahan kekuatan AS ini adalah “unjuk kekuatan, tapi juga jalan keluat bagi Iran,” yang bisa “dengan mudah meredakan ketegangan” dengan menyetujui syarat-syarat dari Washington, tambahnya.
2. Trump Punya Rencana Khusus untuk Iran
“Presiden Trump sudah memberi mereka ultimatum. Jelas, dia tidak ingin melihat ini jadi lepas kendali. Kami tidak ingin mengacaukan negara seperti Iran seperti yang terjadi di Libya di masa pemerintahan [Barack] Obama saat Gaddafi dijatuhkan dan tidak ada rencana untuk masa setelahnya,” jelas diplomat itu.
3. Trump Bersikap Hati-hati
Karena itu, Washington akan “berhati-hati dalam menggunakan kekuatan kami” terhadap Iran, tegas Whitaker.