Selasa, 25 November 2025 – 05:30 WIB
Jakarta, VIVA – Polisi secara terbuka mengungkapkan alasan kenapa kawasan Tenjo, Kabupaten Bogor, yang akhirnya jadi tempat pembuangan jasad Alvaro Kiano Nugroho (6).
Baca Juga:
Fakta Mengerikan Terungkap! Jasad Alvaro Disimpan 3 Hari Sebelum Dibuang, Disebut Pelaku ‘Bangkai Anjing’
Ternyata, lokasi itu dipilih gak secara acak. Pelaku yang bernama Alex Islandar, yang juga merupakan ayah tiri korban, punya kerabat yang tinggal di sekitar Tenjo. Dia kemudian menyuruh kerabatnya yang bernama Guntur untuk membuang jasad korban di sekitar jembatan Cilalay.
"(Lokasi jasad dibuang di) Tempat pembuangan sampah, di bawah jembatan," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan, Ajun Komisaris Besar Polisi Aridan Satrio Utomo, dikutip Selasa, 25 November 2025.
Baca Juga:
Tersangka Kasus Alvaro Tewas Gantung Diri, Dua Polisi Langsung Diseret Propam!
Karena lokasi itu adalah area yang tidak terlalu ramai dan sering dijadikan tempat pembuangan sampah oleh warga sekitar, situasi ini bikin Alex yakin jenazah korban tidak akan mudah ditemukan, apalagi dibuang pada malam hari.
Baca Juga:
Terbongkar! Ayah Tiri Alvaro Ternyata Sempat Pura-Pura Cari Anak ke Polsek untuk Kelabui Polisi
“Pelaku yakin jenazah tidak akan ditemukan karena tempatnya sepi, minim penerangan, dan berada di bawah struktur jembatan,” kata Ardian.
Untuk diketahui, Kapolsek Pesanggrahan, Ajun Komisaris Polisi Seala Syah Alam mengungkapkan, bocah hilang berusia 6 tahun bernama Alvaro Kiano Nugroho, telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Alvaro sebelumnya diketahui hilang di wilayah Pesanggrahan, Jakarta Selatan, selama 8 bulan lamanya.
"Alvaro sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia," kata Seala kepada wartawan, Minggu, 23 November 2025.
Polres Metro Jakarta Selatan sebenarnya sudah menangkap satu pelaku terkait kematian Alvaro Kiano Nugroho (6). Tersangkanya itu tak lain adalah ayah tirinya sendiri.
Ayah tiri Alvaro ini telah ditetapkan jadi tersangka, tapi pelaku ini tewas bunuh diri. Alex disebut meninggal bunuh diri di dalam ruang konseling Polres Metro Jakarta Selatan, bukan di dalam tahanan. Kejadiannya Minggu dini hari, 23 November 2025.
“Yang bersangkutan diduga bunuh diri di dalam ruang konseling. Bukan di sel tahanan,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto, Senin, 24 November 2025.
Sebelumnya diberitakan, Ibu Alvaro, Arumi menjelaskan detik-detik anaknya dinyatakan hilang. Mulanya, Alvaro izin untuk melaksanakan Salat Maghrib di masjid dekat rumahnya di kawasan Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.
Halaman Selanjutnya
"Iya, jadi kan itu waktu itu bulan puasa ya kak. Biasanya itu setiap menjelang maghrib dia tuh pasti pergi ke masjid dekat rumah. Gak terlalu jauh lah, tapi dia udah keluar dari sore," ujar Arumi kepada wartawan, Kamis, 17 April 2025.