Akses Transportasi Sumatra Pulih Bertahap, Menyatakan Menteri

Jakarta (ANTARA) – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno menyampaikan bahwa akses transportasi di beberapa daerah terdampak banjir dan longsor di Sumatera mulai pulih bertahap, meski beberapa ruas jalan masih terbatas.

“Sebagian besar jalan nasional dan provinsi sudah berhasil tersambung kembali secara bertahap, tetapi beberapa bagian masih beroperasi terbatas dan memerlukan kewaspadaan,” kata Pratikno dalam konferensi pers mengenai penanganan bencana Sumatera pada Jumat.

Di Provinsi Aceh, beberapa rute strategis kini sudah bisa dilalui, termasuk jalan Lhokseumawe-Langsa, Langsa-Kuala Simpang, dan jalan perbatasan Kuala Simpang-Sumatera Utara.

Rute lain yang sudah dibuka kembali mencakup jalan menuju Kawasan Ekonomi Khusus Arun, rute Kabupaten Bener Meriah-Takengon, serta Jembatan Awe Geutah.

Jalan dari Kabupaten Aceh Tenggara ke Kabupaten Gayo Lues, serta rute Banda Aceh-Kabupaten Aceh Tengah via Beutong Ateuh, juga mulai pulih.

“Pekerjaan perbaikan terus dilakukan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas di rute-rute ini,” ujar Pratikno.

Selanjutnya, di Provinsi Sumatera Utara, koneksi utama yang menghubungkan Padangsidimpuan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Tapanuli Tengah, dan Kabupaten Mandailing Natal sebagian besar sudah dipulihkan. Namun, beberapa lokasi masih terdampak longsor dan jalan ambles, atau mengandalkan jembatan sementara, sehingga perlu kehati-hatian ekstra.

Pembersihan material longsor dan perbaikan infrastruktur terus berjalan dengan dukungan alat berat, termasuk upaya pembangunan jembatan darurat.

Di Provinsi Sumatera Barat, pekerjaan perbaikan di sepanjang rute Lembah Anai dipercepat dan telah mencapai sekitar 90 persen penyelesaian.

Sementara itu, jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Padang Pariaman dan Kabupaten Agam via Malalak sebagian besar sudah bisa dilalui, walaupun beberapa bagian masih memerlukan penanganan lebih lanjut dari pihak berwajib.

MEMBACA  Transisi Energi Jerman di Persimpangan Jalan, Ujar Menteri

Pratikno menegaskan semua peralatan dan sumber daya yang dibutuhkan untuk memulihkan infrastruktur transportasi terus didistribusikan untuk mempercepat pemulihan.

Banjir dan tanah longsor parah melanda tiga provinsi di Sumatera, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, pada akhir November 2025 setelah curah hujan dengan intensitas tinggi.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 19 Desember menunjukkan korban jiwa akibat bencana tersebut mencapai 1.068 orang, sementara 190 orang masih dinyatakan hilang.

Bencana tersebut merusak sekitar 147 ribu rumah, 145 jembatan, dan 434 rumah ibadah di 52 kabupaten/kota di ketiga provinsi tersebut.

Berita terkait: Wilayah terdampak bencana Sumatera memasuki transisi pemulihan, kata menteri

Berita terkait: Pemerintah RI tegaskan komitmen respon total untuk bencana Sumatera

Penerjemah: Asep Firmansyah, Raka Adji
Editor: Primayanti
Hak Cipta © ANTARA 2025