Akhir Sebuah Era: Sang Ratu Eropa Pamit Usai Cedera Lutut

Sabtu, 28 Maret 2026 – 22:06 WIB

VIVA – Keputusan besar akhirnya diambil Carolina Marín. Ratu bulu tangkis Eropa itu resmi gantung raket pada Kamis 26 Maret 2026. Ini menutup perjalanan panjang salah satu atlet tunggal putri terbaik yang pernah ada di dunia.

Pensiunnya Marín terasa pahit. Awalnya, dia merencanakan Kejuaraan Eropa 2026 di Huelva, Spanyol, sebagai panggung perpisahan. Kota itu adalah kampung halamannya sendiri. Sayangnya, rencana itu batal karena kondisi lututnya sudah tidak memungkinkan untuk berlaga lagi.

"Hari ini saya ingin menyampaikan pesan langsung ke kalian. Perjalanan karir saya di bulu tangkis profesional sudah berakhir, jadi saya tidak akan tampil di Kejuaraan Eropa di Huelva," kata Marín lewat media sosialnya.

Atlet berusia 32 tahun itu mengakui sebenarnya ingin kembali ke lapangan untuk terakhir kali. Tapi, dia tidak mau mengambil risiko lebih besar untuk kesehatannya yang sudah sering cedera parah.

"Saya memang pengen kembali main, tapi nggak mau pertaruhkan kondisi tubuh. Saya sudah bilang ini berkali-kali dan tetap pada keputusan itu. Saya berharap karir saya berakhir dengan cara lain, tapi dalam hidup, nggak semuanya sesuai keinginan dan kita harus terima," tambahnya.

Dalam pernyataanya, Carolina Marín mengungkap bahwa karirnya sebenarnya sudah berakhir di Olimpiade Paris 2024. Saat itu, dia cedera ACL untuk kedua kalinya di lutut kanan saat semifinal dan sejak saat itu tidak pernah bertanding lagi. Marín mengaku, di dalam hatinya, pertandingan di Paris itu sudah jadi laga terakhirnya, meski saat itu dia dan tim belum sepenuhnya sadar.

Sepanjang karir, Marín mencatat sejarah besar. Dia jadi satu-satunya pemain tunggal putri non-Asia yang meraih medali emas Olimpiade (Rio 2016). Dia juga juara dunia tiga kali dan mendominasi Kejuaraan Eropa bertahun-tahun. Marín dikenal sebagai pemain yang ikut mengubah peta persaingan bulu tangkis dunia yang sebelumnya didominasi negara-negara Asia.

MEMBACA  20 Jet Tempur Israel Menyerang Yaman, Balas Dendam atas Serangan Houthi ke Bandara Ben Gurion

Halaman Selanjutnya

Setelah pengumuman pensiun itu, ucapan hormat mengalir dari berbagai tokoh olahraga dunia. Legenda tenis Spanyol, Rafael Nadal, mengucapkan selamat atas karir luar biasa Marín. Dia puji dedikasi, bakat, dan kegigihan Marín yang dinilai sudah mencapai hal-hal yang sebelumnya terasa mustahil untuk bulu tangkis Spanyol.

Tinggalkan komentar