AILA Soroti Empat Anak di Serpong Korban Pencabulan, Tegaskan: Ini Kejahatan Seksual

WARTAKOTALIVE.COM, SERPONG – Tangis seorang ibu akhirnya pecah saat ia bercerita tentang dugaan kekerasan seksual yang menimpa keempat anaknya di kawasan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan.

Anak-anak yang masih di bawah umur itu diduga jadi korban orang yang dekat, bahkan masih ada hubungan keluarga.

Kasus ini memicu kekhawatiran masyarakat dan sorotan serius terhadap perlindungan anak.

Ketua Aliansi Cinta Keluarga Indonesia (AILA), Rita Hendrawati Soebagio, menegaskan peristiwa ini harus dilihat sebagai kejahatan seksual pada anak.

“Ini bukan perbuatan biasa. Ini kejahatan seksual terhadap anak. Istilahnya harus tegas, supaya penanganannya tegas dan pelakunya dihukum seberat-beratnya,” katanya ke Warta Kota, Sabtu (21/2/2026).

Dia ngungkapin, berdasar data kepolisian yang pernah keluar, sekitar 43 persen pelaku kekerasan seksual terhadap anak ternyata dari lingkungan keluarga atau orang terdekat.

Dugaan Kekerasan Verbal Guru ke Murid di Pamulang, Polres Tangsel Kumpulkan Bukti

Menurut dia, fakta ini jadi alarm keras bahwa perlindungan anak enggak bisa cuma dibebankan ke orang tua, tapi juga keluarga besar, masyarakat, sampai negara.

Dia nekankan anak-anak termasuk kelompok paling rentan dalam struktur keluarga.

Saat pelaku malah dari lingkungan terdekat, dampaknya dianggap jauh lebih rumit, baik secara psikologis maupun sosial.

Berdasarkan data kepolisian yang pernah dipublikasikan, lanjut Rita, sekitar 43 persen pelaku kekerasan seksual terhadap anak berasal dari lingkungan keluarga atau orang terdekat.

Dia bilang, fakta ini menjadi alarm keras bahwa perlindungan anak tidak bisa hanya diserahin ke orang tua inti, tetapi juga keluarga besar, masyarakat, hingga negara.

Dia jelasin, dalam kasus ini, ibu korban adalah pihak yang aktif melaporkan kejadian ini ke polisi.

Dia harus menghadapi tekanan psikologis sekaligus rasa bersalah karena selama ini bekerja dan meninggalkan anak-anaknya di rumah.

MEMBACA  Otomatiskan cadangan foto dan video Anda dengan penawaran $280 ini

Anak sulung korban bahkan katanya mengalami trauma berat dan merasa bersalah karena tidak bisa melindungi adik-adiknya.

“Anak ini memikul beban yang seharusnya tidak dia tanggung. Trauma mereka akan makin berat kalau kasus ini berlarut-larut tanpa kepastian hukum,” ungkapnya.

Kronologi

Tinggalkan komentar