Kamis, 19 Februari 2026 – 16:15 WIB
Jakarta, VIVA – Jakarta akan menjadi tuan rumah Asian Cadet and Junior Fencing Championship 2026 pada 20-27 Februari 2026 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan. Ajang ini akan menampilkan atlet-atlet muda berbakat dari kategori U17 (Kadet) dan U20 (Junior).
Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (PB Ikasi), Amir Yanto, menyampaikan bahwa kejuaraan ini merupakan kualifikasi penting menuju Youth Olympic Games Dakar 2026. Kejuaraan ini akan diikuti oleh 801 atlet dari 26 negara di Asia dan Oseania. Mereka akan bertanding dalam nomor sabel, degen, dan floret, baik secara individu maupun beregu untuk kategori putra dan putri.
Amir menjelaskan bahwa setiap negara dibatasi hanya boleh mengirim maksimal 24 atlet. PB Ikasi sendiri telah mempersiapkan atlet-atlet Indonesia melalui pemusatan latihan nasional dan seleksi nasional yang ketat. Amir berharap status tuan rumah bisa dimanfaatkan dengan baik oleh atlet lokal untuk menimba pengalaman internasional sebanyak-banyaknya. Ia menekankan bahwa pembinaan di usia muda adalah fondasi penting untuk meningkatkan prestasi anggar Indonesia di masa depan.
"Dengan kepercayaan yang diberikan kepada Indonesia untuk menjadi tuan rumah, saya harap ini bisa jadi kebanggaan dan motivasi bagi para atlet untuk berprestasi lebih baik lagi," ujar Amir di JCC Senayan, Kamis (19/2/2026).
Ia mengakui bahwa dominasi negara-negara kuat seperti China, Jepang, dan Korea Selatan masih menjadi tantangan utama. Namun, kejuaraan ini diharapkan bisa menjadi momen pembelajaran berharga agar atlet Indonesia mampu bersaing di level yang lebih tinggi.
Salah satu atlet anggar junior Indonesia, Jessica Emilia, mengungkapkan bahwa persiapan tim terus dimatangkan jelang kejuaraan. Latihan telah ditingkatkan intensitasnya, termasuk melalui sesi sparring dengan tim dari negara lain seperti Taipei dan Uni Emirat Arab.
"Kita sudah berlatih semaksimal mungkin. Pengalaman sparring dengan atlet dari negara lain sangat membantu persiapan mental dan teknik kita," kata Jessica.
Ia menambahkan, program latihan harian mencakup kondisi fisik dan penyempurnaan teknik, dengan fokus utama pada aspek teknik karena sangat menentukan performa di atas piste. Jessica juga menyoroti tingkat persaingan yang sangat ketat, terutama dari Jepang, Korea Selatan, dan China. Untuk mengantisipasinya, tim Indonesia terus meningkatkan daya tahan tubuh dan kualitas teknik.
Meski persiapan berjalan di bulan Ramadan, tim tetap memperhatikan kondisi endurance atlet. Jessica menargetkan bisa mempersembahkan medali untuk Indonesia, setelah pada kejuaraan sebelumnya (Asian Fencing Championships 2025 di Bali) ia berhasil mencapai babak 64 besar.