loading…
Rise Tower akan dibangun di Arab Saudi dengan ketinggian mencapai dua kilometer. Foto/X/@Still_learner
RIYADH – Rise Tower, gedung pencakar langit setinggi dua kilometer yang diusulkan di Riyadh, bisa segera menjadi gedung tertinggi di dunia.
Tapi kenapa Arab Saudi mengejar proyek yang sangat ambisius ini? Jawabannya ada di Visi 2030 yang digagas pemimpin de facto Arab Saudi, Pangeran Mohammad Bin Salman. Ini adalah strategi nasional kerajaan untuk mendiversifikasi ekonomi, mengurangi ketergantungan pada minyak, dan berubah menjadi pusat bisnis dan pariwisata global.
8 Fakta Rise Tower, Ambisi MBS Bangun Gedung Setinggi 2 Km
1. Dua Kali Lebih Tinggi dari Burj Khalifa
Arab Saudi sedang mempersiapkan dasar untuk megaproyek ambisius lainnya: sebuah gedung pencakar langit pemecah rekor bernama Rise Tower. Kalau sudah selesai, Rise Tower akan jadi gedung tertinggi di dunia, menjulang sampai ketinggian yang mencengangkan yaitu dua kilometer—melampaui pemegang rekor sekarang, Burj Khalifa di Dubai (830 meter), dan juga Menara Jeddah yang belum selesai.
Menurut parametric-architecture, Proyek Rise, Lumenis adalah rencana untuk bikin menara tertinggi di dunia. Dirancang oleh HKS Architects, menara ini diharapkan akan menjulang lebih dari dua kali tinggi Burj Khalifa. Kata Lumenis berasal dari arti “cahaya” dan melambangkan transformasi, nilai-nilai yang terkoneksi langsung dengan Visi 2030 Arab Saudi.
Rise Tower sudah diakui dengan Penghargaan WAFX 2025 untuk Inovasi Iklim dan Energi. Proyek Rise – Lumenis dikenal karena pendekatannya yang berkelanjutan.
Arab Saudi sudah lama ikut bersaing dalam perlombaan global untuk bikin struktur yang lebih tinggi dan lebih berani. Menara Jeddah, yang rencananya setinggi satu kilometer, awalnya mau memecahkan rekor tapi sudah mengalami penundaan pembangunan bertahun-tahun. Menara Rise mewakili komitmen baru kerajaan untuk melampaui semua ekspektasi. Arab Saudi siap membuktikan ketahanan dan tekadnya untuk menciptakan ikon global baru.