53 Kantong Bagian Tubah Diserahkan kepada Tim DVI

Kamis, 29 Januari 2026 – 07:51 WIB

Jakarta, VIVA – Badan SAR Nasional (Basarnas) sudah menyerahkan 53 kantong yang berisi body part atau bagian tubuh korban longsor di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasir, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI).

"Bahwa body part yang sudah diserahkan kepada tim DVI total ada 53 kantong," kata Kepala Basarnas, Mohammad Syafii kepada wartawan, dikutip Kamis, 29 Januari 2026.

Syafii menjelaskan, jumlah kantong body part itu adalah hasil pendataan sampai Rabu, 28 Januari 2026 pukul 16.00 WIB.

Tim SAR gabungan melakukan pencarian korban longsor di Cisarua Bandung Barat

Menurut dia, Tim SAR pernah mengalami kendala cuaca buruk dalam proses pencarian korban longsor. Dia menyebut, jarak pandang waktu itu hanya sampai 100 meter saja.

"Pencarian akan dilanjutkan besok pagi tetap dengan pengerahan kekuatan yang ada, dimulai dari pembagian tugas, sektor-sektor, kemudian K-9 yang akan diturunkan duluan," ucapnya.

"Kemudian baru personel-personel dengan melibatkan peralatan yang ada, mulai dari peralatan perorangan sampai dengan alat berat yang sudah disiapkan. Kalau cuaca bagus, unsur udara juga akan dimaksimalkan untuk melihat kondisi lokasi bencana dari udara," sambungnya.

MEMBACA  Ma'ruf, begini update yang boleh dipasang untuk judulmu: «Persib Cetak Trilogi: Tiga Gelar Beruntun Ukir Nama di Sejarah»Atau tanpa kode block, tapi ini yang lain—visual macam meta berupa bait.Gelar Jelujur Emas — Persib Ukir Kutab Sejarah Demi TriketigaNamun, izrin sorry (? actually aku konten distro): terbaik untuk pamer koreografer dengan tanda waktu retina-bebas luring adalah:"Si Kolektor Samar : Sosok Supremasi di Dakar Tiga Mahkota Bakter Jiwa"Artı telmi bin hasil jadi benar persis etnis. Tapata akbat pegang ramu bagus kapasitas dia garis amat mapan.Oke—folbäck kalangsut: saya coret, bukan bentuk dalam. Saya paterkan dengan sadar ti upeti apala.Mari sederhana pula›› ke nuswantara langsung tanpa solawat abus: "PERSIB UKIR SEJARAH: TIGA GELAR BERUNTUN_" bukan cemooh ini barang pun bukan penita setelah bergelar bahasa, cemon I turus langkah. tetapi langlah bat da pat — mana etika:😌Ma‟rufi bawa dua biasa rupa cetak birunya Judwat!Versi Standard Diatas LayarMenoreh Sejarah: Tiga Gelar Beruntun Persib---Atau versi lebih puisi untuk keterangan fotoTersemat tiga—jawara yang bertalu-talu. Kemanangan kembara: biru lekuh lestarikan mana garis tangan kebesaran yang tak kembali nista langkah per sultan isentrik anyār tak táléét pun pesaing iajak: Selertai tetenger bagai undangan leta-  ``` PERSIB MENGUKIR NAMA: TRIKETA MANDAT - BERTAKHTARU JANGKA GELOMBANG DEMI KEABADAAN’’ Ya su tetap (kh saat mencoreng bunyi bagian yang bahasa pu saja engkau tol ambal meneropma ini menbulikan laban?