Selasa, 26 Mei 2026 – 18:36 WIB
VIVA – Empat Anak Buah Kapal (ABK) yang berlayar ke Somalia sempat jadi suspek hantavirus di Jakarta Barat, menurut Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakbar. Pihaknya langsung melakukan pemeriksaan buat cegah penyebaran penyakit itu.
“Pada 13 Mei 2026, RSUD Cengkareng melaporkan dugaan kasus suspek hanta sebanyak empat orang yang merupakan ABK yang berlayar ke Somalia,” kata Kepala Sudinkes Jakbar, Sahruna, dikutip dari Antara, Selasa, 26 Mei 2026.
Mereka diperiksa untuk hantavirus, malaria, dan yellow fever (demam kuning). “Hasilnya negatif untuk hantavirus, yellow fever, dan malaria,” katanya. Keempat ABK itu pun diizinkan pulang karena udah nggak bergejala.
Sudinkes Jakbar terus ngupayain langkah antisipasi dan pengawasan sesuai pedoman pencegahan penyakit virus Hanta Kemenkes 2023. Beberapa di antaranya:
* Penguatan kewaspadaan dini lewat surveilans berbasis indikator dan kejadian (IBS & EBS).
* Peningkatan kewaspadaan lewat Surat Pemberitahuan Kadinkes Provinsi DKI Jakarta nomor 1501/KS.02.01 tanggal 12 Mei 2026.
* Deteksi dini pakai “syndromic surveillance,” terutama buat kasus demam akut, gangguan napas, trombositopenia, dan ganggguan ginjal.
* Nyiapin RS Sentinel RSUD Tarakan dan Tim Gerak Cepat (TGC) buat investigasi epidemiologi.
* Ngontrol tikus dan benahin sanitasi lingkungan, plus ningkatin komunikasi risiko.
Dia ya ngimbau masyarakat putuh etika batuk/bersin, hindari kontak langsung dengan tikus, jaga kebersihan tempat tinggal, tutup lobang di rumah, dan periksa ke faskes kalo ada gejala.