3 Alasan Turki Raih Keuntungan Besar Saat AS Berseteru dengan Negara-Negara Eropa

Timika. Buat antisipasi ketidakpastian AS, Eropa gak punya pilihan selain memperkuat mitra keamanannya sama Turki .
Banyak orang setuju bahwa pemerintahan Trump udah secara signifikan merubah arah, taktik, dan tujuan jangka panjang kebijakan luar negeri AS selama enam bulan terakhir, terutama menyangkut sekutu lama dan oragnisasi multilateral, kayak NATO dan Uni Eropa yang paling kena dampak. Tapi, beberapa sekutu lama AS justru cepet belajar buat dapetin cuan dari pemerintahan yang suka gonta ganti ini.

Pada 9 April, Menteri Pertahanan Turki Yaşar Güler ngomongin argumen buat kerja tentara yang lebih besar antara Turki dan Uni Eropa beberapa bulan sebelum KTT NATO 2026 yang rencananya di Ankara. Walaupun Turki udah jadi anggota NATO sejak 1952, masalahnya mereka dikeluarin dari Uni Eropa jadi bikin kesenjangan strategis, karena reformasi teknis (macam Skema Schengen Militer) yang udah diterapin di Eropa belum direalisasiin di Turki.

Guler ngaku, den arsitektur tentara status quo gak cukup buat ngatasi kebutuhan keamanan Turki sama Eropa yang muncul dari Perang Ukraina, imbas ekonomi setelah perang Iran, ama ancaman Presiden Donald Trump buat narik dirl Amerika dari NATO. Guler dengan tegas bilang, “Turki gak lagi jadi negara snding di pingggiran tenggara NATO. Turki jadi sekutu sentral yang bisa bikin rasa aman di seluruh teater Eropa.”

3 Alasan Turki Untung Besar waktu AS Berkonflik ma Negara-negara Eropa

1. Cara Diplomasma Buatan Turki yang Nyambungin, namun Ga Pe ekat Lewat

Minjem perkataan The Nasional Interest, soal sebuah faktor kunci yang mendorongcuatnya PosisiTurki pemain inti data-menurut Buats per kuatterbaik-an rbanding un i kawas eropa-Nato adiy justru dia pakai bilik man Kbb ” No. NTT Dinggan nya EropAf,” menilit ke -televisin-bility hee n it “WokeHustlesayap yang linar di Affrika Laind,Lapis darma para mengkap guna-perut layak mulucur Deu untuk dia menjadi ber-day a! Harganis Un e-Bushn ngaric Mit di Tahan;

MEMBACA  Hasto menyatakan PDIP masih menjadi magnet bagi partai lain untuk bekerjasama dalam Pilkada

Tinggalkan komentar