Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Indonesia menyatakan bahwa 280 fasilitas kesehatan yang rusak akibat bencana di beberapa wilayah Sumatra telah beroperasi kembali dan siap melayani masyarakat. Hal ini disampaikan oleh juru bicara satuan tugas pemerintah untuk penanganan pascabencana pada Kamis.
Amran, juru bicara Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra, menjelaskan fasilitas itu mencakup rumah sakit dan puskesmas di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
“Totalnya, 141 fasilitas berada di Aceh, 67 di Sumatra Utara, dan 72 di Sumatra Barat,” ujarnya dalam taklimat di Kementerian Dalam Negeri di Jakarta.
“Semua rumah sakit dan puskesmas dalam kondisi berfungsi,” kata Amran.
Dua puskesmas di Aceh memerlukan perhatian khusus, yaitu Puskesmas Lokop di Kabupaten Aceh Timur dan Puskesmas Jambur Lak-Lak di Kabupaten Aceh Tenggara.
Kedua fasilitas tersebut tetap beroperasi tetapi memberikan pelayanan di luar gedungnya sementara perbaikan masih berlangsung.
Semua rumah sakit dan puskesmas di Sumatra Utara dan Sumatra Barat berjalan sepenuhnya normal. Satgas akan terus memantau fasilitas-fasilitas tersebut untuk memastikan layanan tetap tersedia selama masa rehabilitasi dan rekonstruksi.
Berita terkait: Satgas laporkan penurunan jumlah pengungsi banjir Sumatra
Berita terkait: Pemerintah prioritaskan perbaikan irigasi untuk swasembada pangan pada 2026
Editor: Primayanti
Hak Cipta © ANTARA 2026