Beberapa pemain Timnas Indonesia berstatus homegrown player di klub Eropa. Status ini penting karena berkaitan dengan regulasi pendaftaran pemain di kompetisi domestik maupun turnamen antarklub UEFA.
Menurut aturan UEFA, homegrown player terbagi dalam dua kategori. Pertama, pemain yang merupakan hasil pembinaan klub, atau disebut HG Club. Kedua, pemain yang mendapatkan pendidikan sepak bola dari klub lain yang masih berada di bawah asosiasi sepak bola negara yang sama, atau disebut HG Country.
Saat ini, setidaknya ada tiga pemain Timnas Indonesia yang memiliki status tersebut di liga top Eropa. Siapa saja mereka?
1. Emil Audero
Emil Audero menjadi salah satu pemain Timnas Indonesia yang berstatus homegrown di Eropa. Ia merupakan jebolan akademi Juventus, sehingga baginya status HG Club berlaku untuk Juventus. Sementara itu, untuk Como 1907, Audero berstatus HG Country karena ia mendapat pembinaan di Italia. Hal ini membuat keberadaannya cukup penting untuk memenuhi regulasi pemain homegrown.
Dalam kompetisi UEFA, setiap klub wajib memiliki delapan pemain berstatus homegrown. Empat di antaranya harus merupakan jebolan akademi klub, sedangkan empat lainnya bisa berasal dari klub lain di bawah asosiasi yang sama. Status ini membuat Audero saat ini menjadi pemain yang menarik bagi Como 1907 maupun Juventus.
2. Elkan Baggott
Elkan Baggott juga memiliki status homegrown di Inggris. Bek Timnas Indonesia ini merupakan produk akademi Ipswich Town. Baggott lahir di Bangkok, Thailand, pada 23 Oktober 2002. Ayahnya berkewarganegaraan Inggris dan ibunya berasal dari Indonesia.
Pada 2021, Baggott memilih membela Indonesia. Keputusan itu tidak menghilangkan status homegrown yang dimilikinya karena ia tetap menjalani pendidikan sepak bola di Inggris. Baggott kemudian memperkuat Millwall. Jika suatu saat Millwall tampil di Premier League, status homegrown yang dimilikinya bisa menjadi keuntungan dalam memenuhi regulasi pemain.
3. Justin Hubner
Justin Hubner menjadi pemain ketiga Timnas Indonesia yang berstatus homegrown di liga top Eropa. Ia lahir dan besar di Den Bosch, Belanda, pada 14 September 2003. Hubner mendapatkan pendidikan sepak bola di akademi Den Bosch sebelum pindah ke Wolverhampton Wanderers pada Februari 2020, saat usianya masih 16 tahun.