Gua Lukisan Tertua di Dunia Ditetapkan Pemerintah sebagai Warisan Nasional

Menteri Kebudayaan menetapkan Gua Liangkabori dan Gua Liang Metanduno di Pulau Muna, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, sebagai cagar budaya nasional. Kedua gua ini menyimpan lukisan gua tertua di dunia.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon pada hari Minggu mengatakan status baru itu disahkan dalam rapat pleno tim ahli cagar budaya pekan lalu. Pengumuman resmi untuk publik akan dilakukan pada awal Agustus.

Ia menyebut Gua Liang Metanduno menjadi perhatian dunia setelah hasil penelitian tentang lukisan di gua itu dipublikasikan pada Januari 2026. Penelitian dilakukan bersama Griffith University Australia dan Balai Pelestarian Kebudayaan Indonesia.

“Hasil penelitian ini diakui Guinness Book of World Records pada 2026 sebagai lukisan gua non-figuratif tertua di dunia,” kata Zon.

Lukisan di Gua Liang Metanduno diperkirakan berusia setidaknya 67.800 tahun. Menurut menteri, temuan ini menantang pandangan umum tentang tahap penting migrasi awal manusia yang selama ini didominasi teori “out of Africa”.

Lukisan ini lebih tua dari lukisan di Gua Leang Karampuang, Sulawesi Selatan, yang berusia setidaknya 51.200 tahun. Juga lebih tua dari cap tangan di Gua Maltravieso, Spanyol, yang terkait dengan Neanderthal.

Usianya jauh lebih tua dari lukisan gua di Gua Chauvet, Perancis (30.000–32.000 tahun) dan Gua Lascaux, Perancis (17.000 tahun).

“Dengan penemuan arkeologi yang kuat, kita harus menantang teori-teori lama. Kisah migrasi manusia mungkin berubah dengan memasukkan jalur migrasi lain, termasuk teori ‘Out of Nusantara’ atau ‘Out of Sulawesi’,” tegas Zon.

“Ada pengaruh kolonialisme dalam ilmu pengetahuan kita. Orang Barat selalu melihat kita lebih muda dari mereka di Eropa,” tambahnya.

Sebagai tindak lanjut, kementerian akan mendirikan pusat informasi lukisan kuno di Pulau Muna. Dinas terkait juga akan mendokumentasikan semua lukisan batu prasejarah di daerah itu. Salinan visualnya akan dibuat di museum provinsi untuk pengetahuan publik.

MEMBACA  Putusan Pengadilan Paris Hentikan Lelang Komputer Tertua yang Dikenal

Menteri juga mengucapkan terimakasih kepada pemerintah provinsi dan daerah, tokoh masyarakat, komunitas budaya, serta semua warga yang menjaga lukisan gua ini secara turun-temurun. Mereka juga merayakannya dengan Festival Liangkabori.

Tinggalkan komentar