Reaksi Warga Belanda: Ole Romeny ke Fortuna Sittard, Pemain Timnas Indonesia Disebut Gagal

Warga Belanda mulai bereaksi setelah Fortuna Sittard resmi merekrut penyerang Timnas Indonesia, Ole Romeny. Beberapa dari mereka justru merasa bingung dengan keputusan tersebut. Alasannya, pemain berusia 26 tahun itu dianggap sulit mencetak gol di level klub.

Setelah sempat mengalami penundaan, transfer Ole Romeny ke Fortuna Sittard akhirnya selesai. Prosesnya memakan waktu lebih lama karena klub harus mengurus izin kerja terlebih dahulu sebelum semua dokumen bisa disahkan. Kendala administrasi disebut sebagai faktor utama yang memperlambat perekrutan ini. Namun, klub Eredivisie itu tidak pernah mengurangi minatnya untuk membawa Romeny kembali bermain di kasta tertinggi Liga Belanda.

Direktur Teknik Fortuna Sittard, Joris Mathijsen, mengatakan bahwa Romeny sudah masuk dalam daftar incaran klub sejak lama. Ia bahkan sudah tahu kualitas pemain itu karena pernah bekerja sama sebelumnya. “Kami sudah berusaha mendatangkan Ole cukup lama, tapi proses izin kerja membuat transfer ini butuh waktu lebih lama,” kata Mathijsen dari situs klub.

Menurut Mathijsen, perkembangan Romeny sangat pesat dalam beberapa musim terakhir. Pengalamannya bermain di klub dan bersama Timnas Indonesia membuatnya semakin matang. “Ole adalah pemain yang saya kenal baik dari kerja sama sebelum ini. Sejak itu, dia terus berkembang dan punya banyak pengalaman di level mana pun. Apalagi, dia sekarang sudah jadi pemain timnas Indonesia,” tambahnya. Status Romeny sebagai pemain timnas Indonesia juga menjadi nilai plus bagi Fortuna.

Di sisi lain, Ole Romeny mengaku tidak butuh waktu lama untuk menerima tawaran Fortuna. Ia merasa kepercayaan dari manajemen jadi alasan utama memilih kembali ke Belanda. “Dari saat pertama, semuanya terasa tepat. Kepercayaan dari klub langsung memberi perasaan positif dan berperan dalam keputusan saya,” ucap mantan penyerang NEC Nijmegen itu sekarang ia sudah tidak sabar bermain untuk klub baru dan ingin cepat memberikan kontraibusi Fortuna Sittard.

MEMBACA  Banjir mempengaruhi 350 rumah di perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalimantan Barat

Tinggalkan komentar