Microsoft PHK 3.200 Karyawan Xbox, Pisahkan Empat Studio dalam Gelombang PHK Besar-besaran

Microsoft melakukan PHK terhadap 4.800 karyawan pada hari Senin, dan lebih dari 30 persen dari pemotongan itu terjadi di divisi Xbox. Info ini berdasarkan email internal yang dilihat oleh IGN.

Pemotongan kerja ini disebut sebagai “reset” Xbox. Sekitar 1.600 karyawan akan terkena dampaknya secara langsung, dan perusahaan berencana untuk menghilangkan sekitar 20 persen pekerjaan di Xbox pada akhir tahun fiskal 2027.

Sebagai bagian dari perubahan, empat studio lepas dari Microsoft. Double Fine dan Compulsion Games kembali menjadi milik pendiri mereka, Tim Schafer dan Guillaume Provost. Sementara itu, Ninja Theory dan Undead Labs dijual ke pemilik baru tapi komitmen untuk melanjutkan game mereka yaitu Senua dan State of Decay 3 tetap berjalan.

Dalam memo internal yang didapat IGN, CEO Xbox Asha Sharma mengatakan kondisi bisnis divisi ini tidak sehat. Ia menjelaskan margin keuntungan Xbox jauh di bawah perusahaan platform dan penerbit lain. Sharma juga mengatakan bahwa Xbox kehilangan 64 sen untuk setiap dolar yang diinvestasikan di tahun biasa, dan pasar game yang terlalu jenuh jadi alasan untuk pengurangan strategi.

Memo juga menyebut PHK tambahan di Activision, Bethesda/ZeniMax, Blizzard, King, dan Mojang Sharma bilang tidak ada game besar yang dibatalkan. Mojang dan King sekarang langsung lapor ke dia, dan Helen Chiang ditunjuk sebagai Chief Operating Officer pertama Xbox.

IGN juga melaporkan Microsoft sedang mempertimbangkan untuk menjual atau menutup Arkane Studios, yang sedang mengembangkan game Blade yang telat dan over-budget. Menurut mereka, konsultasi tenaga kerja di Prancis soal masa depan Arkane butuh waktu berbulan-bulan.

IGN dan Mashable dimiliki perusahaan induk yang sama, Ziff Davis.

MEMBACA  Saya Buang Ice Pack Saya Setelah Coba Cooler Canggih Ini – Diskon Rp 7 Juta untuk Sementara!

Tinggalkan komentar