Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, mengatakan bahwa Rumah Inovasi Daerah dibuat untuk membangun ekosistem penelitian dan inovasi demi pembangunan nasional.
Ia menyampaikan hal ini setelah memberi kuliah umum di Universitas Negeri Malang, Jawa Timur, pada Jumat (3/7). Satria menekankan bahwa universitas harus memanfaatkan Rumah Inovasi Daerah semaksimal mungkin untuk kegiatan penelitian dan inovasi.
“Universitas berperan penting dalam memperkuat penelitian dan pengembangan untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta industri lokal. Ke depannya, Rumah Inovasi Daerah akan dibangun di setiap provinsi,” kata dia.
Ia juga menegaskan bahwa membangun ekonomi nasional yang kuat harus dimulai dengan memperkuat ekonomi daerah. Oleh karena itu, setiap daerah membutuhkan program yang bisa menampung para peneliti untuk melakukan riset dan merancang inovasi.
Menurut dia, Rumah Inovasi Daerah dirancang sebagai wadah yang mempertemukan peneliti dari berbagai universitas dalam satu provinsi. Para peneliti bisa saling bertukar ide, mulai dari konsep sampai implementasi, untuk menciptakan riset dan inovasi yang menjawab masalah strategis di tingkat provinsi dan kabupaten.
Satria juga mengatakan bahwa sebelum menjalankan program ini, BRIN rencananya akan lebih dulu meluncurkan Indonesia Innovation House pada bulan September.
Untuk mempercepat komersialisasi hasil riset dari peneliti, dosen, dan mahasiswa, BRIN mendorong universitas untuk membangun science techno park atau taman sains dan teknologi.
“Dengan membangun science techno park, universitas bisa menjadi jembatan antara dunia akademik dan industri,” ujar Satria.