Demonstrasi Nasionalis Kulit Putih Warnai Perayaan 4 Juli di Kawasan Washington, DC

Donald Trump mendapat kecaman karena dianggap tidak tegas menolak kelompok nasionalis kulit putih selama dua masa jabatannya sebagai presiden.

Anggota kelompok nasionalis kulit putih bernama Patriot Front menggelar aksi pawai di sekitar ibu kota Amerika Serikat. Sebagian besar peserta menutupi wajah mereka dengan masker kain putih dan kacamata hitam.

Pada hari Sabtu, video-video tersebar di media sosial yang memperlihatkan barisan pria berseragam celana khaki, topi baseball khaki, dan kemeja biru tua. Mereka turun dengan eskalator menuju stasiun kereta bawah tanah Washington, DC, lalu naik ke gerbong metro.

Mereka kemudian terekam berbaris dengan langkah yang teratur di area seperti New Carrollton, Maryland, yang termasuk bagian dari wilayah metropolitan ibu kota. Sebagian anggota lainnya juga muncul di depan Gedung Kapitol AS.

Sebagian peserta pawai membawa bendera AS, Genderang, dan perisai. Ada juga yang melambaikan bendera Konfederasi, suatu simbol yang bagi sebagian orang mewakili identitas wilayah Selatan, namun dianggap sebagai tanda kebencian rasis oleh yang lainnya. Konfederasi berusaha memisahkan diri dari AS pada tahun 1861 demi mempertahankan perbudakan, dan hal itu memicu Perang Saudara Amerika.

Aksi ini bertepatan dengan Hari Kemerdekaan AS pada tanggal 4 Juli. Tahun ini menjadi peringatan yang sangat berarti, yaitu 250 tahun sejak Deklarasi Kemerdekaan ditandatangani.

Saluran Telegram Patriot Front menyebutkan bahwa kelompok itu memperkirakan lebih dari 400 nasionalis kulit putih akan ikut serta dalam aksi Sabtu tersebut. Sepanjang hari, mereka mengunggah ulang video-video para peserta pawai. Sebagian dari mereka meneriakkan “Reclaim America” mengikuti irama Genderang.

Situs web kelompok itu menyerukan kepada orang-orang yang “lahir untuk bangsa ini dari ras Eropa kami” untuk menegaskan “hak atas kemerdekaan budaya mereka.”

MEMBACA  Direktur Al Jazeera Desak Perlindungan yang Lebih Baik bagi Jurnalis di Kawasan Konflik

Para ahli dari Program Ekstremisme di Universitas George Washington menggambarkan Patriot Front sebagai organisasi fasis yang bertujuan “menciptakan negara kulit putih di Amerika Serikat.”

Para kritikus menuduh pemerintahan Donald Trump memperkuat kelompok-kelompok semacam itu, termasuk dengan menyebarkan konspirasi palsu seperti Teori Penggantian Agung. Teori rasis ini menyatakan bahwa orang Kristen kulit putih sedang digantikan oleh kelompok minoritas.

Menurut para ahli, Patriot Front dibentuk pada tahun 2017 setelah rapat umum “Unite the Right” pada Agustus 2017.

Rapat umum itu mempertemukan para supremasi kulit putih dan neo-Nazi di Charlottesville, Virginia. Seorang supremasi kulit putih, James Alex Fields Jr, menabrakkan mobilnya ke kerumunan yang melakukan aksi tandingan. Akibatnya, Heather Heyer, 32 tahun, tewas.

Trump, yang saat itu menjabat di pertengahan masa pertamanya, menanggapi insiden itu dengan mengatakan, “Ada beberapa orang yang sangat jahat di kelompok itu, tetapi ada juga orang-orang yang sangat baik di kedua belah pihak.”

Para kritikus berulang kali mengecam Trump karena tidak tegas menolak dukungan dari para nasionalis kulit putih.

Pada tahun 2022 misalnya, Trump makan malam di resor Mar-a-Lago bersama musisi Ye, yang sebelumnya dikenal sebagai Kanye West, dan nasionalis kulit putih Nick Fuentes. Kedua orang itu telah mendapat kecaman karena pernyataan anti-Semit.

“Kami makan malam pada Selasa malam dengan banyak anggota yang hadir di teras belakang. Makan malam itu singkat dan tidak ada kejadian,” tulis Trump saat itu.

Trump sendiri juga berulang kali dituduh bersikap rasis, termasuk setelah mengunggah video awal tahun ini yang menggambarkan mantan Presiden Demokrat Barack Obama dan istrinya Michelle Obama seperti kera.

Senator Ed Markey termasuk salah satu yang meminta para pejabat mengecam pawai itu.

MEMBACA  Menteri Koperasi dan UKM Budi Arie Yasir: Koperasi Desa Merah Putih Berencana Menekan Harga Barang

“Kita tidak bisa diam saat ada nasionalis kulit putih berbaris di ibu kota negara kita. Dari Massachusetts hingga Washington D.C., kebencian dan prasangka tidak punya tempat di sini,” tulis Markey di media sosial.

Tinggalkan komentar