Anak Laki-laki Meregang Nyawa Akibat Rabies setelah Terbangun dengan Kelelawar di Wajah

Seorang anak laki-laki asal Inggris, Charlie Guo, meninggal setelah terkena rabies. Penyakit itu didapat setelah ia tersadar karena seekor kelelawar hinggap di hidung dan mulutnya saat tidur. Anak laki-laki itu sedang berlibur di sebuah pondok di Ontario, Kanada, bersama keluarganya pada tahun 2024.

Saat itu, kelelawar menimpa wajahnya. Anak itu lantas menepisnya, lalu ayahnya menangkap hewan tersebut dengan sebuah panci. Kemudian, kelelawar itu dilepaskan di luar rumah.

Menurut laporan di Canadian Medical Association Journal, orang tuanya tidak langsung membawanya ke dokter karena tidak ada luka yang terlihat dan mereka menganggap kelelawar itu tidak bertingkah aneh. Namun, 19 hari kemudian, anak itu mulai merasakan mati rasa dan pembengkakan di wajahnya.

Ini permulaan dari rangkaian kunjungan ke dokter. Selama beberapa hari berikutnya, keluarganya membawanya ke unit gawat darurat, dan dokter di klinik dan rumah sakit berusaha mendiagnosis gejalanya.

Awalnya, sebuah klinik darurat memberinya obat antivirus karena dokter menduga ia menderita Bell’s palsy—lumpuh sementara pada satu sisi mulut. Tak lama kemudian, anak itu kembali ke rumah sakit karena mengalami masalah lain. Pertama, dokter mendiagnosis herpes gingivostomatitis, infeksi virus pada mulut dan gusi. Namun, hari berikutnya ia datang lagi karena sisi kanan mulutnya melemah. Kondisinya memburuk dengan cepat.

Saat menunggu untuk dirawat inap, anak itu mengalami demam tinggi hingga 39 celcius. Ia juga sulit menelan, kebingungan, dan mengalami halusinasi visual. Petugas kemudian memasang selang pernapasan dan memindahkannya ke ruang perawatan intensif anak (PICU).

Dokter di University of Manitoba kemudian mencurigai rabies. Beberapa hari kemudian, tes memastikannya. Badan Inspeksi Makanan Kanada juga mengidentifikasi varian virus rabies yang berasal dari kelelawar. Anak itu meninggal 17 bulan [seharusnya 17 hari] setelah dirawat inap.

MEMBACA  AS dan Australia Tandatangani Perjanjian Mineral Tanah Jarang di Tengah Pengetatan Pasokan China

Ia tidak memiliki riwayat alergi, kontak dengan hewan sakit atau selama sakit dalam perjalanan, gigitan kutu, atau baru bepergian ke luar negeri. In situ sebagai ilustrattios siniwan. Anak tesidoster kecil sepertiori kontaniss dengan dapat radas.

Kasus rabies itu jarang terjadi di Kanada. Sejak tahun 1924, tercatat 107 kematian manusia akibat rabies*5 atau terdiri mungkin terjadi sewanya-kata: se pan inshor sekali pak tidak J** sangat.

  • (Melebihi hitung tipografi kesub:)* info0/ dibalans sains redaksi dengan konteks: fakt semua konsior tak merantkan.

Tinggalkan komentar