Pasar Minyak Siap Hadapi Musim Panas Penuh Gejolak di Hormuz

Harga minyak Brent tembus $73 karena serangan baru antara Amerika dan Iran membuat Selat Hormuz tetap dalam keadaan waspada. Situasi ini membuat pasar minyak rentan terhadap perubahan harga yang tajam selama musim panas.

Hormuz Jadi Satu Jalur, Lalu Lintas Melambat
Selat Hormuz sekarang seperti satu jalur saja. Iran mengatakan kapal-kapal hanya boleh lewat di jalur utara dekat pantai Iran selama gencatan senjata 60 hari ini. Pada 24 Juni lalu, ada 59 kapal yang lewat, jumlah terbanyak sejak Amerika dan Iran menandatangani nota kesepahaman. Tapi setelah serangan ke kapal kargo dan serangan balasan ke wilayah Iran, lalu lintas jadi melambat. Sekarang hanya sekitar 20-25 kapal per hari yang lewat, dan kebanyakan masuk ke Teluk, bukan keluar. Para pengirim barang sepertinya menunggu situasi lebih aman dulu sebelum melewati selat ini.

Kalau pembukaan jalur ini makin lambat, rencana negara-negara Timur Tengah bisa terganggu. Kuwait dan Irak sudah menaikkan produksi minyak mereka dalam seminggu terakhir, sampai 70-75% dari level sebelum perang.

Pasokan Minyak dan Produk Olahan
Jumlah minyak mentah dunia yang ada di atas kapal tanker sudah naik ke level tertinggi sejak perang Amerika-Iran dimulai minggu ini, mencapai 1,29 miliar barel.

Pemulihan pasokan produk olahan seperti bensin dan solar kemungkinan lebih lambat dari pemulihan minyak mentah. Harga produk olahan di Amerika, Eropa, dan Asia semua naik minggu lalu karena persediaan yang menipis.

Berita Penting Lainnya:

  • TotalEnergies dan BP ambil masing-masing 10% saham di proyek gas Bab gas Cap milik ADNOC di Uni Emirat Arab.
  • Satu perusahaan patungan Matador Resources dan Five Point Infrastructure setuju beli Cardinal Midstream Partners seharga $752 juta.
  • ENI Italia dan ADNOC tanda tangan perjanjian untuk blok eksplorasi di Argentina.
  • OLA Energy Libya akuisisi aset TotalEnergies di Etiopia.
  • China mencabut larangan ekspor produk olahan, mulai Juli pengilang negara boleh ekspor bensin dan solar.
  • Harga gas alam AS naik di atas $3,3 karena gelombang panas.
  • ADNOC ubah cara penetapan harga minyak lepas pantai mereka.
  • Presiden Putin perpanjang larangan ekspor minyak Rusia ke pihak yang pakai aturan batas harga.
  • Pipa nafta di India terbakar, pengaruhi produksi petrokimia.
  • Irak tangkap wakil menteri minyak dan petinggi lain karena korupsi.
  • Jepang akan umumkan strategi energi baru karena krisis Hormuz.
  • Pakistan beli gas alam dari Qatar dengan harga mahal karena krisis listrik.
  • ExxonMobil umumkan temuan gas di Siprus bisa dikomersilkan.
  • Uni Eropa terapkan kuota impor baja baru dengan pajak ekstra.
  • Bank Dunia mundur dari target 45% dana untuk proyek iklim.
  • India hapus aturan batas penjualan bensin dan solar untuk bisnis.
  • Ferrari dan BMW pakai aluminium ganti tembaga di mobil listrik baru.
MEMBACA  Aliran Inovasi dan Perubahan Struktural Mendukung Prospek Kenaikan Pasar

Tinggalkan komentar