Setelah Gagal Pakai AI, Ford Kembali Pekerjakan Para Insinyur Veteran. Perusahaan Lain Harus Ambil Pelajaran

Tahun lalu, CEO Ford Jim Farley mengatakan bahwa kecerdasan buatan atau AI akan mengganti hampir setengah dari pekerja kantoran di Amerika. Tapi minggu lalu, Ford mengaku diam-diam mempekerjakan kembali lebih dari 350 insinyur “gray beard” dalam tiga tahun terakhir untuk memperbaiki sistem kontrol kualitas AI yang tidak berjalan dengan baik.

Selama sepuluh tahun terakhir, pabrikan mobil AS sudah memotong lebih dari 20.000 pekerjaan, hampir 20 persen dari total pekerja di Ford, General Motors, dan Stellantis. Meski Ford tidak memastikan berapa banyak dari insinyur gray beard ini yang dipecat dulu demi AI, pernyataan Farley soal penggantian karyawan dengan AI membuat situasi ini jadi canggung.

Perwakilan Ford dan serikat pekerja United Auto Workers tidak langsung memberikan tanggapan.

“AI adalah alat yang hebat, tapi sebaik apapun AI tergantung pada data yang dipakai untuk melatihnya,” kata Charles Poon, wakil presiden Ford bidang teknik kendaraan. “Kami salah pikir dengan hanya menggunakan AI dan memasukkan syarat desain yang ada, kami akan dapat produk berkualitas tinggi.”

Kumar Galhotra, chief operating officer Ford, lebih terus terang. Ia bilang Ford terlalu mengandalkan sistem kualitas otomatis dan tidak mendapatkan hasil yang diinginkan.

Masalah automasi sudah menghabiskan jutaan dolar Ford karena biaya garansi dan recall. Studi dari iSeeCars menunjukkan model-model Ford terbaru berada di daftar kendaraan yang paling sering direcall. Pernyataan Ford dan pemekerjaan kembali pekerja berpengalaman ini seperti mengakui bahwa terlalu cepat masuk ke AI adalah kesalahan besar.

Banyak perusahaan besar, terutama di bidang teknlogi dan manufaktur, menggunakan AI sebagai alasan untuk PHK besar-besaran. Sering tanpa memperhitungkan apa yang hilang ketika faktor manusia pergi. Seluruh industri mulai menyadari betapa mahalnya mengganti judgement manusia dengan sistem otomatis, hingga ada yang batalkan keputusan itu.

MEMBACA  Pelaku di Minnesota Diduga Mencoba Membunuh Dua Anggota Dewan Lain, Menurut Pejabat

CEO Ford sebelumnya sudah bilang AI akan kurangi banyak pekerja kantoran.

Minggu lalu, Ford mengumumkan bahwa, unntuk pertama kali dalam 16 tahun, mereka mendapat posisi nomor satu dalam survei kualitas JD Power tahun 2026, naik dari peringkat sepuluh. Ford memuji peran insinyur gray beard yang dipekerjakan kembali. Tapi jangan terlalu senang dulu: cerita John Henry, seorang pahlawan yang justru digantikan oleh mesin uap seperti contoh.

Galhotra bilang 250 gray beard yang direkrut khusus untuk “mencari titik kegagalan sebelum sebuah komponen masuk ke pabrik.” Mereka terutama melihat desain sistem.

Ford tidak tinggalkan AI. Gray beard yang kembali ini melakukan dua hal: melatih karyawan muda dan membantu bangun ulang jalur data untuk sistem AI. Mereka datang untuk memperbaiki dan kembali melatih software AI yang dulu menggantikan mereka. Ford juga sudah membuat tim kualitas software khusus dan menambhkan banyak tes otomatis sebelumnya.

Teknologi terus maju. Ford belajarr dengan keras dan menjadi contoh, tapi mungkin bukan yang terakhir. Saalah sesuatu tidak ada lagi gray beard untuk dipanggil.

Tinggalkan komentar